Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Volume 10, Nomor 2, Agustus 2017; p-ISSN: 2085-6539, e-ISSN: 2242-4579; 137-157 TELAAH KORELASI SAINS DAN AGAMA DALAM PARADIGMA ISLAM Ahmad Munir Saifulloh Intitut Agama Islam Syarifuddin Lumajang, Indonesia E-mail: ahmadmunirsaifulloh@gmail.com Abstrak: Wacana sains dan agama sudah cukup lama bergulir . Pertemuan sains dan agama terwujud dalam situasi persahabatan kurang lebih pada abad ke-17. Memasuki abad ke-20 hubungan sains dan agama mengambil beragam bentuk. Temuan-temuan baru sains nyata-nyata menantang doktrin dan gagasan-gagasan keagamaan klasik. Sehingga, responsnya pun beraneka rupa. Misalnya, beberapa kalangan mempertahankan doktrin-doktrin tradisional, beberapa yang lain meninggalkan tradisi, dan beberapa lagi yang merumuskan kembali konsep keagamaan secara ilmiah. Ian G. Barbour mengusulkan empat hubungan yaitu konflik (conflict), perpisahan (independence), dialog - perbincangan (dialogue), dan integrasi-perpaduan (integration). Sedangkan John F. Haught membagi pendekatan sains dan agama, menjadi pendekatan konflik, pendekatan kontras, pendekatan kontak, dan pendekatan konfirmasi. Agama dan sains, merupakan dua bagian penting dalam kehidupan sejarah umat manusia. Bahkan pertentangan antara agama dan sains tak perlu terjadi jika kita mau belajar mempertemukan ide-ide spiritualitas [agama] dengan sains. Para sarjana Muslim, menekankan bahwa sains dan agama memiliki dasar metafisik yang sama, dan tujuan pengetahuan yang diwahyukan maupun pengetahuan yang di upayakan adalah mengungkapkan ayat-ayat Tuhan dan sifat-sifat-Nya kepada umat manusia. Kegiatan ilmiah sebagai bagian dari kewajiban agama, dengan catatan bahwa ia memiliki metodologi dan bahasanya sendiri. Motivasi dibalik upaya pencarian ilmu-ilmu kealaman dan ilmu-ilmu matematis adalah upaya untuk mengetahui ayat-ayat Tuhan di alam semesta. Kata kunci: Korelasi, Sains, Agama, Paradigma Islam Pendahuluan Ketika kita mendengar kata ‖sains‖ dan ‖agama, serta merta orang akan berpikir akan sejarah hubungan seru di antara keduanya. Dalam catatan sejarah perjumpaan agama dengan sains tidak hanya berupa pertentangan belaka, tetapi juga orang berusaha untuk mencari hubungannya antara keduanya pada posisi yaitu sains tidak mengarahkan agama kepada jalan yang dikehendakinya dan agama juga tidak memaksakan sains untuk tunduk pada kehendaknya. 1 1 John F. Haught, Sccience and Religion: From Conflict to Conversation., Terj. Fransiskus Borgias, Perjumpaan Sains dan Agama, dari Konflik ke Dialog (Bandung: Mizan, 2004), 1.