Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Volume 10, Nomor 2, Agustus 2017; p-ISSN: 2085-6539, e-ISSN: 2242-4579; 206-219 REVITALISASI KARAKTER BANGSA MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI TENGAH MASYARAKAT BERKARAKTER Eriyanto Universitas Ibrahimy Situbondo, Indonesia E-mail: eriyanto260979@gmail.com Abstrak: Bangsa Indonsia adalah bangsa yang memiliki bermacam ras budaya bervariasi dan bermacam-macam. Keanekaragaman ini yang menjadikannya sebagai bangsa yang memiliki karakter sendiri berbdeda dengan bangsa lain. Karakter tersebut seharusnya mampu dipertahankan melalui lembaga- lembaga pendidikan guna melahirkan generasi bangsa yang mengenal serta melestarikan karakter bangsa yang sudah ada sejak nenek moyang. Kenyataanya masyarakat dewasa ini mengalami kemunduran sehingga menelan pil pahit yang bisa merusak kehidupan masyarakat itu sendiri. Untuk itu keberadaan lembaga pendidikan adalah salah satu solusi untuk mengembangkan karakter bangsa yang hilang dewasa ini. Lembaga pendidikan diharapkan mampu mendistribusikan virus positif atau pil mujarab dari beberapa penyakit masyarakat baik diakibatkan arus modern dan juga era global. Kata Kunci: Revitalisasi, Karakter, dan Lembaga Pendidikan Pendahuluan Bangsa adalah wilayah yang memiliki sistem yang telah disetujui oleh masyarakat pribumi dan dunia. Bangsa merupakan kumpulan pulau-pulau yang telah mendapat pengakuan resmi dari dunia internasional barupa luas wilayah, kemampuan manajerial, kemampuan pertahanan, politik, ekonomi, sosial dan lain-lainnya. Rasionalnya keberadaan sebuah bangsa terlihat dari berbagai aspek ketatanegaraan kepulauan yang dimilikinya. Contok Indonesia memiliki bermacam-macam budaya, ras, suku dan etnis yang bermacam-macam semua bersatu dalam Bhenika Tunggal Ika dari Sabang sampai Merauke. Keberadaan sebuah Bangsa yang berkembang memberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya, sebaliknya kemundurun suatu bangsa juga dapat mencoreng kehidupan sosial masyarakat itu sendiri. Kemajuan bangsa di atas perjalanan modern memberikan nuansa tersendiri khususnya karakter bangsa yang bersifat pasang surut dari berbagai aspek kehidupan. Karakter bangsa muncul dan berkembang seiring dengan taraf kehidupan