GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH ONGGOK PADA INDUSTRI TEPUNG TAPIOKA DI PT. TEGUHWIBAWA BHAKTIPERSADA LAMPUNG UTARA Harisya Arief, Ahmad Fikri, Agus Sutopo dan Ferizal Masra POLITEKTIK KESEHATAN KEMENKES Tanjung Karang Jurusan Kesehatan Lingkungan Email: harisyaarief@gmail.com Abstrak Ubi Kayu merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Lampung. Produksi ubi kayu di Bumi Ruwai Jurai pada tahun 2015 mencapai 7,39 juta ton umbi basah (UB). Mengalami penurunan sebesar 0,65 juta ton jika dibandingkan dengan tahun 2014. Hal ini disebabkan berkurangnya luas panen ubi kayu sebesar 25,13 ribu hektar walaupun produktivitasnya mengalami peningkatan 0,58 kuintal. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah onggok pada industri tepung tapioka di PT. Teguhwibawa Bhaktipersada Lampung Utara Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif yaitu menggambarkan tentang pengelolaan sampah onggok yang dilakukan oleh PT. Teguhwibawa Bhaktipersada Tahun 2021. Sampah onggok berasal dari proses ekstraksi menggunakan mesin ekstraktor. Jumlah bahan baku yang di terima pada bulan Januari- Maret 2021 yaitu 3.585,964 ton, Februari 3.136,345 ton dan Maret 3.322,566 ton dengan total 10.044,875 ton yang menghasilkan onggok dengan jumlah rata-rata 69,275 ton/hari. jika pihak ketiga ingin membeli sampah onggok maka mobil fuso akan diarahkan menuju tempat penampungan sementara, mobil fuso akan dimuat sampah onggok dengan bantuan alat eskavator, sisanya akan diangkut menuju tempat penampungan akhir. Banyaknya sampah yang berserakan di tempat penampungan sementara dan akses jalan menuju tempat penampungan akhir maka perlu adanya pembuatan bak penampunan tertutup di tempat penampungan akhir. Kata kunci: Pengelolan Sampah Onggok; Sampah Onggok; Pengelolaan Sampah Pendahuluan Ubi Kayu merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Lampung. Produksi ubi kayu di Bumi Ruwai Jurai pada tahun 2015 mencapai 7,39 juta ton umbi basah (UB). Mengalami penurunan sebesar 0,65 juta ton jika dibandingkan dengan tahun 2014. Hal ini disebabkan berkurangnya luas panen ubi kayu sebesar 25,13 ribu hektar walaupun produktivitasnya mengalami peningkatan 0,58 kuintal. Namun perkembangan produksi ubi kayu selama periode (2011-2015) produksi ubi kayu mengalami penurunan 5,26 persen per tahunnya. Sentra produksi ubi kayu di provinsi Lampung terletak di Kabupaten Lampung Tengah. Daerah lainnya yang berpotensi dalam pengembangan ubi kayu, berturut-turut, adalah Lampung Utara (1,53 juta ton). Karenanya banyak petani khususnya di Lampung 1