The Making of China’s Foreign Policy towards Vietnam in the South China Sea Dispute : The Analysis of The Idiosyncratic Factors of Xi Jinping in Considering China’s Strategic Environment (2012-2016) Marella Putri 1 and Anak Agung Banyu Perwita 2 Abstract: Perselisihan di Laut Tiongkok Selatan telah berakar sejak beberapa dekade yang lalu, namun ketegangan telah semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini, dimana masing negara ‘claimants’ memiliki kebijakan luar negerinya sendiri untuk mengklaim wilayah yang saling tumpang tindih dan di saat bersamaan juga melakukan aktivitas militer di daerah tersebut. Xi Jinping, Presiden RRT, memiliki peran yang sangat besar dalam pembuatan kebijakan luar negeri Tiongkok, termasuk dalam perselisihan teritorial di Laut Tiongkok Selatan. Sejak kepemimpinannya, tindakan yang lebih tegas telah dilakukan oleh Tiongkok, terutama terhadap Vietnam sebagai salah satu penggugat yang paling vokal. Tulisan ini menjelaskan lingkungan strategis Tiongkok yang memfokuskan pada kebijakan luar negeri Tiongkok dan Kebijakan “Rebalance” AS di Asia Pasifik, tujuan kebijakan luar negeri Tiongkok dalam perselisihan Laut Tiongkok Selatan, dan akhirnya menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut dipertimbangkan oleh Xi Jinping dalam pembuatan rasionalitas kebijakan luar negerinya terhadap Vietnam dalam perselisihan Laut Tiongkok Selatan (2012 - 2016). Tulisan ini menyimpulkan bahwa pengaruh pihak luar di wilayah tersebut telah mengakibatkan Xi Jinping beralih untuk membuat kebijakan luar negeri - dari bersikap asertif hingga lebih kooperatif - yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan bilateralnya dengan Vietnam yang menjadi keputusan paling rasional untuk mempertahankan status quo Tiongkok dalam perselisihan tersebut. Keywords: Xi Jinping, idiosyncratic, strategic environment, foreign policy, Vietnam Introduction The ongoing South China Sea dispute will not only hurt the relationship between the claimants, but it will also lead to regional instability – the worst one being war – not only between the claimants but rather the superpower supporting the claimants as the dispute has become global with their involvement. The six claimants of South China Sea, namely: People’s Republic of China, Taiwan, the Philippines, Vietnam, Malaysia, and Brunei Darussalam 3 , are competing for their claims over the territory within South China Sea. They need to protect South China Sea as their claimed territory and sovereignty on the ocean; and as a vital point in the region for its abundant natural resources beneath, strategic international trade and shipping line, and fishing ground for many as well. 4 1 Research Assistant at the School of International Relations, President University, Kota Jababeka, Cikarang – Bekasi 2 Professor of International Relations, School of International Relations, Kota Jababeka, Cikarang – Bekasi 3 “Why is The South China Sea Contentious?”, BBC, July 12, 2016 http://www.bbc.com/news/world-asia-pacific-13748349 4 Ibid. 31