83 JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN p-ISSN 0853-8395; e-ISSN 2598-5922 Vol. 16, No. 1, Februari 2020 STRATEGI PEMANFAATAN PROGRAM BRIGADE ALAT DAN MESIN PERTANIAN (BAST) Strategy for Utilizing the Agricultural Equipment and Machine Brigade Program (BAST) Nila Riska, Didi Rukmana, Rusli M. Rukka. Program Studi Agribisnis, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar *Kontak penulis: riskanila05@gmail.com Abstract The tool and agricultural machinery brigade (BAST), a movement formed between elements of the government, regional government, the ranks of the TNI, farmer institutions and the driving force of agricultural modernization is expected to optimize Alsintan's distribution to farmers. The agricultural machinery and machinery brigade (BAST) program provides another alternative to the lack of use of tools available at the farmer. This research was conducted in Mukti Sari Village, North Luwu Regency. All data and information obtained using the APPAS method (Development Planning Analysis). The results of this analysis indicate that the main problem is that the needs of Alsintan users have not been fulfilled. The main problem is due to a short loan period, there has been no effort in the approach to BAST, and the tool operator is out of focus. This main problem causes the investment of Gapoktan in procuring its own equipment to be low. To solve this problem, we need to fulfill the main objectives, namely the needs of Alsintan users by farmers. This main objective is achieved if the loan lending period increases, there are efforts in the approach to BAST, and the workforce of the operator focuses on work. The main target is to raise Gapoktan investment in the procurement of its own high equipment. The actions needed to achieve the main goal, namely to submit an application for the addition of a loan period, appoint workforce to coordinate with BAST and supervise operator performance. Keywords: Planning, Development, Case. Abstrak Brigade alat dan mesin pertanian (BAST) yaitu gerakan yang dibentuk antara unsur pemerintah, pemerintah daerah, jajaran TNI, kelembagaan petani serta generasi penggerak modernisasi pertanian diharapkan dapat mengoptimalisasi penyaluran Alsintan ke petani. Program brigade alat dan mesin pertanian (BAST) memberikan alternatif lain dari kurangnya pemanfaatan alat yang tersedia di petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Mukti Sari, Kabupaten Luwu Utara. Keseluruhan data dan informasi yang diperoleh dengan menggunakan metode APPAS (Analisis Perencanaan Pengembangan). Hasil analisis ini menunjukkan bahwa masalah utama yaitu kebutuhan pengguna alsintan belum terpenuhi. Masalah utama ini disebabkan karena masa pinjam alat yang singkat, belum ada upaya dalam pendekatan pada BAST, dan tenaga operator alat tidak fokus. Masalah utama ini menyebabkan investasi Gapoktan dalam pengadaan alat sendiri rendah. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, diperlukan sasaran utama yaitu kebutuhan pengguna alsintan oleh petani terpenuhi. Sasaran utama ini tercapai apabila masa pinjam alat bertambah, adanya upaya dalam pendekatan pada BAST, dan tenaga kerja operator fokus dalam bekerja. Sasaran utama menyebakan investasi Gapoktan dalam pengadaan alat sendiri tinggi. Tindakan yang diperlukan untuk mencapai sasaran utama yaitu mengajukan permohonan penambahan masa pinjam alat, menunjuk tenaga kerja untuk berkoordinasi dengan BAST dan melakukan pengawasan terhadap kinerja operator.