142 Majalah Ilmiah Bijak Vol. 16, No. 2, September 2019, pp. 142-145 E ISSN 2621-749X http://ojs.stiami.ac.id bijakjournal@gmail.com/jurnal.bijak@stiami.ac.id Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Dalam Pemasaran Produk Pada Koperasi Tahu Dan Tempe Diana Novita 1 , Agus Herwanto 2 , Meiyanti Nurchaerani 3 1,2,3 Universitas Esa Unggul E-mail : 1 diananovita306@gmail.com, 2 aerwanto@gmail.com , 3 meiy1405@gmail.com ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Tofu, Tempeh, Crafters, Social Media, Facebook, Instagram, Promotion, Marketing, Tofu And Tempeh Craftsmen, Social Media Utilization, Media Promotion Marketing is a social and managerial process that makes individuals / groups get what they need and want by creating, offering and exchanging valuable products to other parties. Marketing involves many different activities that add value to the product when the product moves through the system. The current marketing system that is becoming a new trend is the online marketing system. With the emergence of a new era in the field of marketing which is referred to as the digital marfketing era, we entrepreneurs must consider various online media to be used in determining the company's strategic planning. One of the media intended is social media. Social media that is widely used by everyone and is quite popular in Indonesia today is Facebook and Instagram. Indonesia is one country with a high number of Facebook users, certainly has a great opportunity and opportunity to use social media as part of strategic marketing planning. Marketing through online media has many great advantages, one of which is that the costs incurred are relatively cheaper compared to other media in carrying out product promotion activities. In this paper, we discuss the promotion process for tofu and tempeh entrepreneurs in Indonesia. As we know, tofu and tempeh are one of the foods that can be categorized as a companion to the staple food of the Indonesian people. This soy-based food is very popular with all levels of society in Indonesia. However, tempeh and tofu are still categorized as food for the lower class. Meanwhile, we still import raw materials to get tofu and tempeh from abroad. The irony is that sounds, but, that's what happens now. The lack of knowledge of the tofu and tempeh artisans is what makes this commodity not glimpsed by circles other than the middle and lower classes. Therefore, we must educate the artisans of tofu and tempeh and teach them to know the tofu and tempeh globally. Increased knowledge and utilization of social media, one way to help boost the marketing of tofu and tempeh I. PENDAHULUAN Awal tahun 2000 adalah awal bagi bangsa Indonesia mengenal dunia usaha melalui media online. Maraknya marketplace saat itu hingga kini, menjadikan perubahan tren pemasaran yang terjadi di masyarakat Indonesia. Toko toko online mulai tumbuh dan terus berkembang. Walaupun banyaknya kejahatan kejahatan yang terjadi, tetapi tidak meredupkan minat masyarakat untuk melakukan transaksi secara online. Karena hal inilah, maka banyak media media sosial yang mulai menambahkan fitur bisnis di dalam aplikasinya. Salah satu media sosial yang paling banyak penggunanya di Indonesia saat ini adalah Facebook dan Instagram. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial tertinggi saat ini, menjadikan Indonesia merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan bagi kalangan usahawan. Banyak para pengusaha menjadikan media sosial yang mereka miliki sebagai sarana untuk menjaring konsumen melalui promosi yang gencar di media sosial ini. Selain sebagai media promosi, media sosial juga kerap dijadikan ajang pendekatan kepada calon customer ataupun customer dari suatu produk. Media sosial menjadi tren pilihan para usahawan karena lebih praktis dan tidak memakan banyak biaya untuk promosinya. Penjual dan pembeli pun bisa langsung berinteraksi saat itu juga. Cakupan media sosial jauh lebih luas daripada media televisi ataupun majalah atau koran. Bahkan mungkin sudah banyak usahawan yang mulai beralih dari media tersebut dan menggunakan media sosial karena relatif biaya promosi yang dikeluarkan, relatif jauh lebih kecil jika dibandingkan media televisi atau majalah ataupun koran. Selain masalah biaya,