Source: Jurnal Ilmu Komunikasi http://jurnal.utu.ac.id/jsource P-ISSN : 2477-5789 E-ISSN : 2502-0579 11 PENGARUH MEDIA DALAM KONFLIK PARTISIPASI POLITIK PADA PEMILIHAN UMUM 2019 DI KOTA BANDA ACEH DAN MEULABOH Reni Juliani 1 , Nurkhalis 2 , Rena Juliana 3 1 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar 2 Program Studi Sosiologi Universitas Teuku Umar 3 Jurusan Tarbiyah dan Keguruan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teuku Dirundeng Meulaboh Email: renijuliani@utu.ac.id, nurkhalis@utu.ac.id, renajuliana@staindirundeng.ac.id Abstract The media has now been used by politicians as campaign media to convey persuasive messages to the public. This is because media literacy has become a part of people's lives, so people can easily access information through the media, including information about the potential leaders they will vote for in elections. This study aims to elucidate the influence of the media on opposing political participation in the 2019 parliamentary elections in the cities of Banda Aceh and Meulaboh by questioning informants, including politicians, academics, political observers and the public. From this study, it emerged that the media played a major role in shaping identity politics. The topic of religion and race became the main topic that the media spread in the 2019 parliamentary elections in the cities of Banda Aceh and Meulaboh and that influenced the decision of the people to vote for their top candidates. Keywords: Media, Conflict, Participation, Politics A. PENDAHULUAN Media merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah penyampaian informasi yang dikirim oleh komunikator kepada komunikan. Media saat ini bahkan sudah tidak bisa dipisahkan lagi dari masyarakat yang haus akan informasi. McQuail menjelaskan ada beberapa peran media yaitu: Media dianggap sebagai jendela yang menjadikan khalayak dapat peristiwa yang sedang terjadi. Selain dianggap sebagai jendela, media juga merupakan sarana belajar yang berguna sebagai alat pembelajaran. Media juga menjadi cermin dari berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, kehadiran media sudah seharusnya dapat merefleksikan sesuai kenyataan yang ada. Media sebagai filter, menyaring segala informasi yang layak atau tidak untuk dipulikasikan. Media akan memilah informasi yang sesuai standar media tersebut. Media dianggap sebagai kompas yang berfungsi untuk menunjukkan arah dan menjadi penuntun atas berbagai ketidakpastian baik dalam pemberitaan atau informasi yang dipublikasikan. Media massa sebagai ruang guna transformasi segala bentuk informasi dan ide-ide kepada masyarakat, sehingga diberikan kesempatan untuk sebuah tanggapan yang disebut dengan feedback. Sehingga menjadikan media massa bukan sekadar sarana penyaluran informasi, tetapi juga menjadi partner komunikasi yang bersifat interaktif sehingga dibangun komunikasi yang dua arah (Nuryanti, 2018: 1180). Saat media ini media menjadi senjata dengan pesan-pesan sebagai amunisi yang bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan persuasif kepada masyarakat sehingga mereka terpengaruhi secara kognitif, afektif dan konatifnya. Bahkan pesan direkayasa sedemikian hingga sehingga dapat menggiring opini publik sesuai dengan tujuan media. Mengingat begitu besar power yang dimiliki media dalam mempengaruhi opini dan persepsi masyarakat, media sangat berguna pada saat pemilihan umum. Pemilihan umum tidak mungkin bisa terjadi tanpa media. Media digunakan