ASBU (AVIATION SYSTEM BLOCK UPGRADES) DI INDONESIA DAN ASIA PASIFIK Oleh : Tar. Akbar Hidayatullah Course : LLU25A Mata Kuliah : Airport Collaborative Decision Making Dosen Pengampu : Ari Satria Saputra., SE I. Pendahuluan Penerbangan merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat, menghubungkan orang dan mengangkut barang di seluruh dunia, dan menjadi pendorong penting pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, dalam meningkatkan standar hidup manusia di seluruh dunia melalui pelayanan yang aman dan terpercaya, yang jumlahnya mencapai lebih dari 120.000 penerbangan setiap hari. Diperkirakan bahwa pertumbuhan lalu lintas udara akan meningkat dengan pesat dalam 20 tahun ke depan sebagai dampak dari perubahan ekonomi, politik dan sosial yang positif. Pencapaian pertumbuhan berkelanjutan dalam sistem transportasi udara internasional tersebut tentu sangat bergantung pada sistem navigasi udara global yang berkinerja tinggi dan mulus. Oleh karena itu, sistem navigasi udara global harus berfokus pada kinerja, berorientasi pada layanan, dan berteknologi maju sangat penting untuk mencapai konektivitas penumpang dan barang yang lebih baik, untuk memastikan keberlangsunga sektor penerbangan yang sedang berkembang di seluruh dunia. Selain prinsip kinerja penerbangan yang mendasar yaitu keselamatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan dan ekonomi, ada beberapa persyaratan kinerja lain yang harus dipenuhi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan akan performa harus mendorong evolusi sistem navigasi udara. Untuk mengarahkan dan mengiringi pertumbuhan ini, secara umum ICAO