73 Jurnal PROtek Volume 06. No 2, September 2019 Sistem Pencatatan Pemakaian Listrik Menggunakan Aplikasi Arduino I Wayan Arsa Suteja Teknik Elektro Politeknik Nasional Denpasar, Bali,Indonesia Ars41982@gmail.com Made Adi Surya Antara Teknik Elektro Politeknik Nasional Denpasar, Bali,Indonesia adisuryaantara.huawei@gmail.com Abstrak—Sistem pengukuran beban listrik adalah alat yang dirancang untuk mengukur dan memonitoring pemakaian listrik. Proses pembacaan arus listrik menggunakan sebuah sensor arus model SCT013 yang dihubungkan dengan beban pemakaian listrik. Mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler arduino yang berfungsi sebagai sistem kontrol utama yang akan dihubungkan dengan komputer, dengan tujuan kedepan beban agar bisa dimonitoring secara real time. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif yang dilakukan adalah metoda penelitian eksperimental. Dengan melakukan eksperimen perakitan modul sensor arduino uno dan melakukan perbandingan dari pengukuran arus yang diperoleh dari pembacaan sensor arus model SCT013 terhadap alat ukur tang ampere meter. Hasil penelitian ini adalah sebuah data pengukuran pemakaian beban energi listrik rumah tangga dan persentase error dari perbandingan pembacaan sensor arus SCT013 dengan pembacaan dari alat ukur tang ampere meter. Dengan diadakannya penelitian ini, dapat memperoleh data berapa besar persentase error yang diperoleh dari penerapan sensor SCT013, sehingga nantinya dari hasil percobaan tersebut sensor SCT013 mampu memonitoring dengan baik dan benar pemakaian listrik pada beban rumah tangga Kata Kunci — Mikrokontroler Arduino, sensor SCT013, Tang Ampere, Beban Rumah Tangga I. PENDAHULUAN Pada saat ini dunia teknologi berkembang dengan pesat di segala bidang. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi saat ini ditandai dengan banyak bermunculnya alat-alat yang menggunakan sistem kontrol digital dan automatisasi [1]. Di era globalisasi sekarang ini, teknologi sangat membantu aktivitas manusia agar lebih mudah dan lebih efisien. Teknologi alat elektronika adalah salah satu teknologi yang tentunya akan sangat membantu manusia dalam melakukan berbagai hal terutama dalam mengontrol pemakaian listrik [2].. Salah satu sistem kontrol sederhana untuk mengukur penggunaan listrik yang bisa kita kembangkan yaitu sistem kontrol berbasis arduino dengan menggunakan sensor arus, yaitu sensor arus non invasive model SCT013. Dengan menggunakan sistem kontrol berbasis arduino ini, diharapkan mampu mendapatkan hasil pengukuran yang tepat dan sesuai. Dari sensor tersebut nantinya akan didapatkan kekurangan dan kelebihan, didalam memperoleh hasil pengukurannya. Terkait dengan adanya kekurangan dan kelebihan dari sensor tersebut pada studi kasus ini, maka diperlukan sebuah metoda perbandingan seberapa besar nilai presentase kesalahan atau error dari perbandingan alat ukur, baik itu sensor arus SCT013 dengan alat ukur tang ampere meter. Dengan diperolehnya hasil kesalahan atau error ini, diharapkan mampu mendapatkan korelasi kesalahan dari alat sensor arus SCT013, sehingga nantinya mampu memonitoring pemakaian listrik rumah tangga dan bisa menghitung biaya pemakaian sistem kelistrikannya dengan benar dan sesuai dengan hasil monitoring yang didapatkan. Energi listrik merupakan penggerak dasar dari semua komponen elektronika yang terintegrasi dalam sebuah bentuk sistem kelistrikan, yang nantinya akan mendorong setiap kegiatan pada dunia industri maupun instansi. Pemakaian energi listrik tentunya perlu dikontrol mengingat program efesiensi energi yang senantiasa disampaikan pemerintah kepada masyarakat secara luas. Salah satu cara kontrol energi listrik adalah dengan monitoring secara real time ataupun pencatatan pada alat ukur yang terpasang pada sistem dari rangkaian listrik yang dimonitoring [3]. Dengan melakukan monitoring terhadap pemakaian energi listrik diharapkan penggunaan energi sesuai dengan kebutuhan yang ada serta tidak adanya pemakaian yang berlebihan atau pun pemborosan. Ada beberapa besaran listik yang umumnya diukur dan dimonitoring penggunaannya antara lain besaran arus, tegangan, dan daya [4]. Dari ketiga besaran listrik tersebut penulis melakukan pengkajian terhadap besaran arus sebagai besaran yang bisa berubah nilainya terhadap jumlah beban yang terpasang pada sistem kelistrikan yang akan diukur ataupun dimonitoring penggunaannya. Proses monitoring besaran arus ini dilakukan dengan pemasangan alat sensor arus