Jurnal ECOTIPE, Volume 7, No.1, April 2020, Hal. 38-46 p-ISSN 2355-5068, e-ISSN 2622-4852 Akreditasi Kemenristekdikti (SINTA 4), SK. No.10/E/KPT/2019 DOI: 10.33019/ecotipe.v7i1.1650 Jurnal ECOTIPE, Vol. 7, No.1, April 2020: 38-46 Optimasi Penempatan Distribution…(Mas Ahmad Baihaqi, dkk.) Optimasi Penempatan Distribution Generation pada Penyulang Pujon Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization Mas Ahmad Baihaqi 1 , Rini Nur Hasanah 2 , Hadi Suyono 3 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya masahmadbaihaqi@gmail.com, rini.hasanah@ub.ac.id, hadis@ub.ac.id ABSTRACT This study proposes the use of Particle Swarm Optimization (PSO) algorithm to optimize the placement of Distributed Generation (DG) on the 20kV distribution system of Pujon feeder, which has 117 buses with the total distribution line length of 59.65 kilometers, with the aim to reduce power losses. In addition, PSO has also been used to determine the capacity of the DG. The JAYA algorithm is used as comparison. It has been proven that the proposed algorithm as well as the comparison algorithm succeeded in determining the optimum location and the capacity of DG to be installed. Keywords : JAYA Algorithm, Distributed Generation, DG injection, Distribution Network, Particle Swarm Optimization INTISARI Pada penelitian ini diusulkan penggunaan algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) sebagai metode optimasi dalam peletakan Distributed Generation (DG) pada sistem distribusi 20kV penyulang Pujon yang mempunyai 117 bus dengan panjang saluran 59,65 km, dengan tujuan untuk mengurangi rugi-rugi daya. Selain itu, PSO juga digunakan untuk menentukan besar kapasitas DG yang akan dipasang. Algoritma JAYA digunakan sebagai algoritma pembanding PSO. Algoritma yang diusulkan maupun pembandingnya terbukti berhasil menentukan titik lokasi dan besar kapasitas DG yang akan dipasang. Kata kunci: Algoritma JAYA, Distributed Generation, Injeksi DG, Jaringan Distribusi, Particle Swarm Optimization I. PENDAHULUAN Sistem pembangkit dengan jumlah bus yang banyak menimbulkan masalah tersendiri dalam penentuan lokasi unit Distributed Generation (DG) yang akan di pasang. Kesalahan dalam penentuan daya keluaran dan jumlah unit DG yang akan ditempatkan berpengaruh terhadap keandalan unit DG dan rugi daya pada jaringan listrik. Permasalahan penempatan DG yang optimal dapat diselesaikan dengan menggunakan pemrograman nonlinier gabungan, yang selama ini telah dipecahkan dengan berbagai metode analisis numerik dan heuristic. [1] Penempatan DG secara signifikan sangat mempengaruhi operasi jaringan distribusi. Penempatan DG yang tidak tepat dapat menyebabkan modal sistem dan biaya operasional serta kerugian jaringan menjadi lebih besar. Di sisi lain, penempatan DG yang optimal bisa membantu menjaga profil tegangan dalam batas yang ditentukan, dapat mengurangi rugi pada aliran daya di jaringan distribusi, serta dapat meningkatkan kualitas daya dan keandalan pasokan daya listrik. [2] Jika sumber DG ditempatkan pada lokasi yang optimal maka kinerja jaringan dapat ditingkatkan secara signifikan, baik dalam hal perbaikan profil tegangan, pengurangan kerugian serta peningkatan kualitas daya dan keandalan sistem. Permasalahan optimasi dapat diselesaikan dengan meggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO), dengan tujuan untuk mengoptimalkan variabel daya beban dengan faktor daya kurang dari satu [3]. Peningkatan unjuk kerja algoritma PSO dapat dilakukan menggunakan konsep PSO hibridisasi, seperti 38