DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i04.p13 ISSN: 2302-920X Jurnal Humanis, Fakultas Ilmu Budaya Unud Vol 22.4 Nopember 2018: 926-934 926 Tinggalan Megalitik Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat: Kajian Bentuk dan Fungsi Akbar Eka Nugraha 1* , Rochtri Agung Bawono 2 , I Wayan Srijaya 3 [123] Prodi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya 1 [akbar.e.nugraha@gmail.com] 2 [rabawono@gmail.com] 3 [srijaya59@yahoo.com] *Corresponding Author Abstract Sumbawa Islands is one of Indonesian islands with many variety of archaeological remains. These archaeological remains are generally from the megalithic culture. These remains almost spread all over Sumbawa Islands, especially in Parado District, Bima Regency, West Nusa Tenggara. Lack of research in this region is one of the reasons for choosing it. The aim of this research is to know the form, function and relation of the megalithic remains in Parado District with the kind of megalithic remain in Sumbawa Island.This research is an exploration research which uses some methods such as data collection, analysis and theory in order to solve the question. The method of data collection specifically includes observation, interviews and a literature review. The next step is processing the data with morphological, stylistic, contextual and comparative analysis. The theories which are used for solving the question are structural functional and religious theories. The result from analyzing the form and function of megalithic remains shows that these megalithic remains were used for profane and sacred things. The similarities between the form of megalithic remains in Parado District with the kind of megalithic remains in Sumbawa Islands shows that these megalithic remains have a connection. This connection shows that megalithic remains in Sumbawa Islands were from the same culture and periods. Keywords: Sumbawa Islands, Megalithic Remain, Form and Function Abstrak Kepulauan Sumbawa merupakan salah satu kepulauan di Indonesia dengan aneka ragam tinggalan arkeologi. Tinggalan arkeologi tersebut pada umumnya berupa tinggalan dari kebudayaan megalitik. Tinggalan ini tersebar hampir di seluruh Kepulauan Sumbawa, khususnya di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Kurangnya penelitian di wilayah ini menjadi salah satu alasan pemilihan lokasi penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan fungsi serta hubungan tinggalan megalitik di Kecamatan Parado dengan tinggalan megalitik sejenis di Kepulauan Sumbawa.Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan menggunakan beberapa metode pengumpulan data, analisis data dan teori untuk memecahkan permasalahan. Metode pengumpulan data yaitu meliputi observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Tahap selanjutnya yaitu pengolahan data dengan menggunakan analisis morfologi, stilistik, kontekstual dan komparatif. Teori yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini yaitu teori struktural fungsional dan teori religi. Hasil dari analisis bentuk dan fungsi tinggalan megalitik yang ditemukan menunjukkan bahwa tinggalan megalitik tersebut digunakan sebagai benda profan dan sakral. Kesamaan bentuk antara tinggalan megalitik di Kecamatan Parado dengan tinggalan megalitik sejenis yang berada di Kepulauan Sumbawa menunjukkan bahwa tinggalan megalitik tersebut saling berhubungan satu sama lain. Hubungan ini menunjukan bahwa tinggalan megalitik di Kepulauan Sumbawa berasal dari satu budaya dan periode yang sama. Kata kunci: Kepulauan Sumbawa, Tinggalan Megalitik, Bentuk dan Fungsi