Peran Sains dan Teknologi Atmosfer-Antariksa Untuk Mendukung Pembangunan Nasional Berkelanjutan Seminar Nasional Sains Atmosfer dan Antariksa (SNSAA) 2014 1 Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung 25 November 2014 KAJIAN CLEAR AIR TURBULENCE DI INDONESIA (STUDY OF CLEAR AIR TURBULENCE IN INDONESIA) Muhammad Arif Munandar KK Sains Atmosfer, Institut Teknologi Bandung email: marifm@meteo.itb.ac.id ABSTRAK Clear Air Turbulence (CAT) menjadi salah satu perhatian dalam penerbangan karena dapat mengurangi kenyamanan penerbangan, kehilangan bahan bakar bahkan cedera penumpang. Penelitian tentang CAT telah banyak dilakukan di berbagai wilayah baik menggunakan observasi maupun model numerik. Namun untuk daerah tropis penelitian tentang CAT masih sangat terbatas sehingga perlu dilakukan kajian. Kajian dilakukan dengan menggunakan simulasi numerik menggunakan model WRF-ARW karena keterbatasan data observasi dan permasalahan yang cukup kompleks. Data turbulensi berasal dari data PIREPs yang diproleh dari petugas LLU. Syarat batas dan kondisi awal untuk simulasi model menggunakan data FNL ( Final Global Assimilation System). Keluaran model telah divalidasi menggunakan data radiosonde pada titik pengamatan terdekat yaitu Surabaya dan Makassar dimana hasilnya dianggap mewakili kondisi sebenarnya. Berdasarkan hasil simulasi model WRF-ARW diperoleh nilai Richardson Number (Ri) <1 pada wilayah yang dilaporkan terjadinya CAT. Ini disebabkan adanya windshear akibat perubahan kecepatan angin pada lokasi tersebut. Kata kunci: Clear Air Turbulence, WRF-ARW, Richardson Number, windshear. ABSTRACT Clear Air Turbulence (CAT) became concerns in aviation because can reduce comfort, loss of fuel and injured passengers. CAT research has been widely applied in various regions through observation and numerical models. For the tropics research on CAT still limited so necessary to study. The study using numerical simulation model WRF-ARW because limitations of observational data and the problems are quite complex. Turbulence data derived from PIREPs from ATC staff. Boundary and initial conditions for the simulation model using FNL (Final Global Assimilation System) data. Output models have been validate using radiosonde data at the point nearest observation of Surabaya and Makassar in which the results are considered representative of actual conditions. From the results of simulation models WRF-ARW values obtained Richardson Number (Ri) <1 in the region reported the occurrence of CAT. This is due to the presence of wind shear due to changes in wind speed on the site. Keywords: Clear Air Turbulence, WRF-ARW, Richardson Number, windshear.