155
Copyright © 2018, BAWAL WIDYA RISET PERIKANAN TANGKAP (BAWAL)
BAWAL. 10 (2) Agustus 2018: 155-167
Korespondensi penulis:
e-mail: kh_amri@yahoo.com
Telp. 081294413405
Tersedia online di: http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/bawal
e-mail:bawal.puslitbangkan@gmail.com
BAWAL WIDYARISET PERIKANAN TANGKAP
Volume 10 Nomor 2 Agustus 2018
p-ISSN: 1907-8226
e-ISSN: 2502-6410
Nomor Akreditasi Kementerian RISTEKDIKTI: 21/E/KPT/2018
REPRODUKSI DAN MUSIM PEMIJAHAN TONGKOL KOMO (Euthynnus affinis)
BERDASARKAN MONSUN DAN SUHU PERMUKAAN LAUT
DI SAMUDERA HINDIASELATAN JAWA-NUSATENGGARA
REPRODUCTION AND SPAWNING SEASON OF KAWAKAWA (Euthynnus affinis)
BASED ON MONSOON AND SST DISTRIBUTION
IN INDIAN OCEAN SOUTH OFF JAVA-NUSA TENGGARA
Khairul Amri*
1
, Fajar Alfina Nora
1
, Dwi Ernaningsih
2
dan Thomas Hidayat
1
1
Balai Penelitian Perikanan Laut, Kompleks Raiser Ikan Hias Cibinong – Bogor, Indonesia
2
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan USNI, Jl. Sultan Iskandar Muda 11, Jakarta, Indonesia
Teregistrasi I tanggal: 20 November 2017; Diterima setelah perbaikan tanggal: 28 Agustus 2018;
Disetujui terbit tanggal: 05 Desember 2018
ABSTRAK
Samudera Hindia di sebelah Selatan Jawa merupakan salah satu habitat penting bagi ikan pelagis jenis
tongkol komo (Euthynnus affinis). Keberadaan stok ikan di perairan ini sangat dipengaruhi oleh proses oseanografi
yang berlangsung di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek reproduksi dan dugaan musim
pemijahan tongkol komo di selatan Jawa berdasarkan monsun dan suhu permukaan laut (SPL). Sebanyak 152
ekor contoh ikan dan gonad diperoleh dari 3 lokasi pendaratan ikan yaitu Palabuhanratu, Sendang Biru dan
Tanjung Luar pada tahun 2013. Analisa sampel gonad dilakukan tahun 2014 di Laboratorium Biologi, Balai Riset
Perikanan Laut. Data Suhu Permukaan Laut (SPL) diunduh dari Citra Satelit Aqua MODIS level-3, situs resmi
NASA tahun 2012-2013. Hubungan antar parameter dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
musim pemijahan berlangsung antara Mei-Oktober bersamaan dengan musim timur sampai dengan musim
peralihan II, dimana durasi di perairan selatan Jawa lebih panjang dibandingkan dengan perairan lainnya. Fase matang gonad
(Tingkat Kematangan Gonad IV) betina sebanyak 55% dan gonad jantan sebanyak 40% diperoleh pada bulan Juli. Berikutnya,
pada bulan Oktober sekitar 11% sampel gonad ikan betina sudah memijah ( spent ). Fekunditas tertinggi dan diameter telur
terbesar sebagai indikator pemijahan, ditemukan pada musim timur dan musim peralihan II, bersamaan dengan terjadinya
upwelling di perairan selatan Jawa yang ditandai dengan nilai sebaran suhu permukaan laut (SPL) rendah. Terdapat kesamaan
waktu antara puncak musim pemijahan dengan puncak musim penangkapan ikan tongkol komo di perairan selatan Jawa.
Kata Kunci: Reproduksi; pemijahan; tongkol komo; SPL; selatan Jawa-Nusa Tenggara
ABTRACT
Indian Ocean South off Java-Nusa Tenggara as an important habitat of pelagic fish, kawa-kawa (Euthynnus
affinis). The fish stocks in those areas affected by oceanographical prosessed. This study aimed to analyze the
reproduction aspects and spawning prediction of kawakawa and its relation with monsoon and sea surface
temperature (SST) conditions. Gonad samples were obtained from 3 fish landing sites at Palabuhanratu,
Sendang Biru and Tanjung Luar in 2013. Analysis of 152 fishes and gonad samples were conducted in 2014 at
Biology Laboratory of Research Institute for Marine Fisheries. SST data was taken from Aqua MODIS satellite
imagery level 3 (2012-2013), downloaded from the NASA website. The analysis is done descriptively. The results
showed that spawning season of kawakawa occurs in May-October (east monsoon to transitional monsoon II),
its duration was longer than in other waters. Based on the gonad maturity stages, gonad mature (stage IV) found to be
dominant in July (east monsoon), which is 55%female and 40% of male gonad samples. Based on the GSI value, spawning
peak season occurred in September (transitional monsoon II) and a month later (October) about 11% of female fish gonad
samples showed an indication of spawning (spent). The highest fecundity with the largest egg dimater range as spawning
indicator was found in east monsoon to transitional monsoon II. Spawning season of kawakawa occurs along with upwelling
events in these waters, with lowest SST. The peak of the spawning season and the fishing season was happened in the same time.
Keywords: Reproduction; spawning; kawakawa, monsoons, SPL; South Java-Nusa Tenggara waters