Jurnal Skripta, Volume 6 Nomor 2, September 2020 - PBSI UPY ANALISIS NILAI AKHLAK PADA LEGENDA MALIN KUNDANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM 51 ANALISIS NILAI AKHLAK PADA LEGENDA MALIN KUNDANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM Aida Sumardi 1) , Ratna Dewi Kartikasari 2) , Nindya Ryanti 3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univeritas Muhammadiyah Jakarta aida.sumardi@umj.ac.id, g4lih_58@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang nilai akhlak dalam perspektif Islam pada sebuah legenda Malin Kundang. Akhlak merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam Islam, jika setiap ajaran Islam selalu berorientasi kepada pembinaan dan pembentukan akhlak yaitu al- akhlaq al-karimah. Cerita bisa dihubungkan dengan sejarah karena sejarah memiliki bahan dasar cerita. Jika ditinjau lebih mendalam, banyak pesan dalam cerita rakyat yang dapat diambil, baik dalam pembelajaran secara keseluruhan ataupun ditinjau dari pembelajaran Islam yakni berupa akhlak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Metode penelitian ini menggunakan fenomenologi karena fenomena yang terjadi pada saat sekarang yaitu jarangnya para orang tua membacakan cerita untuk anak-anaknya. Penelitian yang mengusung cerita Malin Kundang ini akan dijadikan sebuah buku yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan perguruan tinggi melainkan dapat dinikmati juga oleh pihak sekolah ataupun masyarakat umum. Hal ini sesuai dengan isi yang disampaikan di dalam buku bahwa pendidikan akhlak sangat penting diajarkan dan dipraktikkan pada masyarakat terutama pada anak-anak, baik yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah ataupun di luar sekolah. Hasil penelitian ini adalah nilai akhlak dalam legenda Malin Kundang yang dilihat berdasarkan tokoh yang terdapat dalam cerita. Tokoh dalam cerita ada empat yaitu, Malin Kundang, Mande Rubiyah (Ibu Malin Kundang), Istri Malin Kundang, dan Nahkoda Kapal. Malin Kundang memiliki akhlak sopan santun, jujur, rendah hati, sombong, dan angkuh. Mande Rubiyah memiliki akhlak penyayang, baik, perhatian, cemas atau khawatir, pemikir, suka sedih, dan pendemdam. Istri Malin Kundang memiliki akhlak angkuh dan pemarah. Nahkoda kapal memiliki akhlak baik hati. Kata Kunci: Nilai, Akhlak, Legenda, Perspektif Islam ABSTRACT This study discusses the moral value in an Islamic perspective on a legend Malin Kundang. Moral is one of the most important this in Islam, if every Islamic teaching is always oriented to the development and formation of morals namely al-aklaq al-karimah. Stories can be linked to history because it has the basic ingredient of history. If reviewed in more depth, many messages in folklore that can be taken, both in learning as whole or in terms of Islamic learning in the form of morals. This reseach is a descriptive qualitative reseach that is research that describes an event or insident that is happening at the present time. This research method uses phenomenology because the phenomenon that occurs at the moment is the rarity of parent reading stories to their children. The reseach that carries the story of Malin Kundang will be made into a book that can be enjoyed be all people, not only the college but can aslo be enjoyed by the school or the general public. This is consistent with the contents conveyed in the book that moral education is very important to be tougth and practiced to the community, especialy to children, both those who are educated at school or outside school. The result of this study is about a moral value in the story of Malin Kundang based on the characters involved in it. There are four characters in the story, they are Malin Kundang, Mande Rubiyah (Mother of Malin