(e)ISSN 2615-1847 (p)ISSN 2615-1839 Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas – Vol. 2, No.2, September 2018 69 Perbandingan dan Sintesis Karakteristik Perilaku Perjalanan Pengguna Bis Trans Mamminasata dan Bis Trans Koetaradja Comparaison and Synthese of Travel Behaviour Characteristics between Trans Mamminasata Bus and Trans Koetaradja Bus Users Verdy Ananda Upa 1,a , Hitapriya Suprayitno 2,b & Muhammad Ryansyah 3,c 1) Program Studi Teknik Sipil, Institut Teknologi Indonesia (ITI), Serpong. 2) Departemen Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. 3) Mahasiswa S1 Teknik Sipil, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Koresponden : a) verdy.ananda@iti.ac.id, b) suprayitno.hita@gmail.com & c) ryansyah.ok@gmail.com. ABSTRAK Layanan BRT dan Semi BRT sedang banyak dikembangkan di wilayah perkotaan ibu kota Propinsi di Indonesia. Perencanaan operasional koridor baru harus disertai dengan perhitungan prakiraan jumlah penumpang. Perhitungan dilakukan dengan memakai teknik Pemodelan Transportasi. Untuk itu dibutuhkan data karakteristik perilaku perjalanan pengguna bis, untuk menentukan metoda pemodelan. Survei data karakteristik tersebut pernah dilakukan untuk Bis Trans Mamminasata dan Bis Trans Koetaradja. Kedua karakteristik tersebut ternyata cukup mirip satu dengan yang lain. Sedangkan, hasil sintesa kedua karakteristik tersebut bisa disampaikan sebagai berikut : maksud perjalanan didominasi oleh perjalanan bekerja dan kuliah, moda sebelum menggunakan Bis Trans didominasi oleh moda angkot mikrobis, perjalanan hubung ke halte didominasi oleh jarak 0 – 1,5 km dengan menggunakan moda jalan kaki dan sepeda motor, perjalanan hubung dari halte didominasi oleh jarak 0 – 1 km dengan menggunakan moda jalan kaki. Kata Kunci : manajemen aset fasilitas, fasilitas angkutan umum kota, layanan bis kota, perilaku perjalanan, penumpang bis kota. PENDAHULUAN Angkutan Masal Cepat (AMC) sangat diperlukan di Indonesia bagi wilayah perkotaan ibu kota provinsi. Indonesia sedang banyak membangun AMC ini. Klas AMC yang direncanakan dan dibangun di Indonesia bervariasi dari Klas Bus Rapid Transit (BRT) – baik Semi BRT maupun BRT, Klas Light Rapid Transit (LRT) – baik Tramway, Monorail, Automated Guided Vehicle maupun Light Train dan juga Klas Mass Rapid Transit (MRT) – baik Metro maupun Kereta Komuter. Jadi Perhitungan Prediksi Jumlah Penumpang bagi Trayek AMC Baru sangat penting. Untuk itu dibutuhkan Metoda Perhitungan Prediksi dan Data Karakteristik Perilaku Perjalanan Tipikal (Soimun 2018, Suprayitno & Upa 2016, Suprayitno & Upa 2017). AMC sebagai Fasilitas Perkotaan harus dikelola dengan baik. Salah satu aspek Manajemen Aset Fasilitas adalah Perencanaan Operasional Fasilitas. Aspek Operasional harus direncanakan dengan baik agar Layanan Bis Kota bisa menjalankan fungsinya, sebagai Angkutan Kota Modern, dengan baik secara ekonomis, efisien dan efektif (Suprayitno & Soemitro 2018). Dalam urusan Layanan Bis Kota, salah satu aspek Perencanaan Operasional fasilitas adalah Penentuan Jumlah Armada yang akan dioperasikan, yang harus dilakukan berdasarkan pada pada Prediksi atau Data Permintaan Jumlah Penumpang (Suprayitno & Upa 2016; Suprayitno & Upa 2017).