POLI REKAYASA Volume 12, Nomor 2, April 2017 ISSN : 1858-3709 33 Meningkatkan Efisiensi Skema Irigasi Cascade di Daerah Irigasi Tampo, Sumatera Barat Improving Efficiency of Cascade Irrigation Scheme in Tampo Irrigation District, West Sumatra Elvi Roza Syofyan & Revalin Herdianto Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang Kampus Limau Manis Padang Telp. 0751-72590 Fax. 0751-72576 Email: syofyan_er@yahoo.co.id, revalin.herdianto@gmail.com Abstract Current water use practice in Tampo Irrigation District is thought as inefficient, since water from main canal is drained to neighboring stream without further use by downstream farms. The remaining paddy farm receives less water from the same source canal. As the result the farms could only harvest once per year. A new irrigation scheme is proposed by diverting water back to the main canal to be used by farms downstream the canal. The proposed method is by using DEM and GIS information, coupled with computation of current water use of the existing farms. The study is begun by identifying the existing farms in topography, irrigation networks, and water use. We use 30 m DEM by ASTER GDEM, coupled with Google Earth to identify stream networks and to delineate basin. The results are confirmed with field measurement in which elevation of structures such as weir, gates, hubs are recorded using GPS. Pertinent points in the field are also recorded by GPS. The existing farms are delineated and marked. Water flow rate are measured in the field using traditional method. We found that the existing water use is insufficient to irrigate the irrigation district. Instead of improving efficiency of the irrigation scheme, water needs additional supply by various means. Otherwise crops cannot be increased more than once a year. We identified another potential water source near the irrigation network that can be directly connected to the existing network. This could irrigate another 100 hectares land. Keywords: Irrigation, DEM, GIS, Network PENDAHULUAN Daerah Irigasi Tampo (D.I. Tampo) di Kabupaten Tanah Datar merupakan sistem irigasi yang unik, karena air dari daratan atas pada akhirnya akan mengalir kembali ke sungai utamanya (Sungai Tampo) setelah digunakan untuk irigasi. Saat ini total area pelayanan Tampo D.I. sekitar 1.437 hektar, terdiri dari 65 sistem irigasi di lima wilayah (nagari). Air untuk tanaman pangan terutama dipasok oleh Sungai Tampo yang mengalir dari daratan atas sepanjang tangkapan sekitar 25 km panjang Penggunaan air total kira-kira 2.500 liter / detik selama musim puncak, dan naik menjadi sekitar 1.200 liter / detik selama musim tanam normal. Di daerah tangkapan bagian atas, air dapat memasok tanaman 2 kali per tahun. Di daerah tangkapan air di bagian hilir, tanaman dapat dilakukan 5 kali dalam dua tahun. D.I. Tampo saat ini mengalami kekurangan air akibat fluktuasi ketersediaan air. Perubahan iklim menyebabkan musim kemarau lebih lama dan intensitas curah hujan yang lebih tinggi pada musim hujan yang tidak sesuai dengan kebutuhan air. Oleh karena itu, ada kekhawatiran yang berkembang dalam keberlanjutan masa depan produksi tanaman pangan di wilayah ini. Bagian atas DAS Tampo terletak pada ketinggian 2.774 m, dengan daerah tangkapan air sekitar 60 km2. Sungai ini merupakan anak sungai Indragiri Basin, mengalir dari Utara ke Selatan. Anak sungai tersebut bergabung dengan Sungai Sinamar sebelum akhirnya masuk ke Sungai Indragiri di timur. Sungai Tampo adalah sungai khas di Sumatera Barat: curam, pendek, dan berfluktuasi secara musiman. Di musim hujan, debit sungai sering membanjiri daerah sekitarnya di tengah dan hilir sungai. Aliran sungai sering membawa puing dan sedimen