Jurnal Teknologi Pendidikan, Vol. 14, No. 1, April 2021, e-ISSN: 2407-7437 51 RESPON MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM DI MASA PENDEMI COVID-19 PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR PKN Edy Suparjan 1 , Arif Hidayad 2 , Ilyas 3 , Zulkifli 4 , M. Nurimansyah 5 1,2,3,4 STKIP Taman Siswa Bima, 5 STKIP Yapis Dompu 1 tanmaedysu@gmail.com 2 arif.hidayad88@gmail.com 3 ilyas.stkiptsb@gmail.com, 4 ijulk.bima@gmail.com, 5 mnurimansyah000@gmail.com Abstrak : Pendemi Virus Corona memaksa sistem pendidikan di Indonesia untuk menggunakan pembelajaran dalam jaringan mulai tingkat SD sampai Perguruan Tinggi, hal ini membuat guru dan dosen untuk menyesuaikan kebiasaan baru tersebut dengan melakukan pembelajaran online menggunakan aplikasi dalam jaringan internet. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar respon dan kesiapan mahasiswa dalam menggunakan aplikasi google classroom sehingga dapat mempermudah dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan tehnik survey dalam mengumpulkan data dilapangan. Sampel terdiri dari 70 orang mahasiswa semester 1 PGSD dibagi dalam 2 kelas yaitu kelas G sejumlah 30 orang dan Kelas H 40 orang. Angket diberikan kepada mahasiswa yang sedang mengikuti pembelajaran daring Mata Kuliah Konsep Dasar PKN. Jumlah pertanyaan diberikan sebanyak 15 pertanyaan dengan pilihan jawaban Sangat tidak setuju, Setuju, Ragu, Tidak Setuju, Sangat tidak setuju. Hasil penelitian ditemukan bahwa rata-rata respon mahasiswa terhadap penggunaan Google Classroom pada tiap indikator penelitian adalah paling tinggi pada indikator pertama sebanyak 78,29% di Kelas G dan indikator pemahaman materi dalam google classroom sebesar 71,12% berada pada kategori setuju. Sementara di Indikator pertama tentang kemudahan mahasiswa menggunakan google classroom pada Kelas H sebesar 75,33% dan Indikator Pemahaman Materi dalam Google Classroom sebesar 75,16% yaitu berada pada kategori setuju. Kata Kunci; Respon, pembelajaran, Google Classroom, Masa Covid Abstract : The Corona Virus pandemic forces the education system in Indonesia to use online learning from elementary to tertiary level, this makes teachers and lecturers to adapt to this new habit by doing online learning using applications on the internet network. The purpose of this study is to find out how much the response and readiness of students in using the google classroom application so that it can make it easier for lecturers and students to interact in learning. This research uses descriptive qualitative research with survey techniques in collecting data in the field. The sample consisted of 70 PGSD 1st semester students divided into 2 classes, 30 students in G class and 40 students in H class. The questionnaire was given to students who were taking online learning in the Basic Concepts of PKN. The number of questions given is 15 questions with answer choices; Strongly disagree, Agree, Doubt, Disagree, Strongly disagree. The results of the study found that the average student response to the use of Google Classroom on each research indicator was the highest in the first indicator as much as 78.29% in Class G and the indicator of material understanding in google classroom by 71.12% in the agree category. While the first indicator about the ease with which students use google classroom in Class H is 75.33% and the Material Understanding Indicator in Google Classroom is 75.16%, which is in the agree category. Keywords; Response, Learning, Google Classroom, Covid 19 PENDAHULUAN Pendemi Virus Corona memberi efek pada aspek pendidikan sehingga harus menggunakan metode pembelajaran online berbasis internet. Bagaimana juga masalah Covid 19 merupakan musibah dunia yang melibatkan lembaga dunia seperti WHO. Menurut data WHO bahwa pada tanggal 11 September 2020 pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa ada sekitar 210.940 kasus yang telah terkonfirmasi. Sementara ada 3.737 kasus baru. Kemudian ada 8.544 kasus kematian karena virus dan kasus baru 88 orang dan 150.217 telah dinyatakan sembuh dari covid 19. Data ini berdasarkan akumulasi dari 490 Kabupaten dan Kota di 34 Propinsi seluruh Indonesia. www.who.int. (diakses pada tanggal 06 Februari 2021). Sementara masalah Covid 19 belum mampu dihilang dari kehidupan sosial masyarakat dunia karena tiap bulannya terus meningkat walaupun tidak terlalu banyak. Berdasarkan data Gugus Covid 19 untuk wilayah propinsi Nusa Tenggara Barat angka kasus covid 19 tertinggi di Kota Mataram