Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi Volume V No. 2 / Desember 2015 41 TERPAAN IKLAN MENDORONG GAYA HIDUP KONSUMTIF MASYARAKAT URBAN Olih Solihin Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia Jalan Dipati Ukur No.112-114 Bandung, Indonesia E-mail: olihmail@gmail.com Abstract The more flexible producers to advertise their products, the greater the opportunity to persuade potential customers to purchase its products. Advertising opportunities are so great because it is supported by a growing number of mass media both conventional and new media. Urban community was the main objective of this advertiser group, because their access to the mass media is much greater. The consequence to the result of an advertising exposure that are so intense and sporadic, there was a shift in lifestyle among urban communities, became consumptive. In addition to fulfill their life needs, they are also trying to fulfill every wish of their life. Keywords: advertising, urban, lifestyle, consumptive Abstrak Semakin leluasanya golongan produsen dalam mengiklankan produk mereka, semakin besar kesempatan mempersuasi calon konsumen untuk membeli setiap produknya. Kesempatan iklan yang begitu besar tersebut karena didukung dengan semakin banyak media massa baik yang konnvesional maupun jenis media baru. Masyarakat urban atau perkotaan merupakan tujuan utama dari golongan pengiklan ini, sebab akses mereka terhadap media massa jauh lebih besar. Akibat terpaan iklan yang begitu gencar dan sporadis tersebut maka konsekuensinya, terjadilah pergeseran gaya hidup di kalangan masyarakat urban, menjadi konsumtif. Selain memenuhi kebutuhan hidup, mereka juga berusaha untuk memenuhi setiap keinginan hidupnya. Kata kunci: Iklan, masyarakat urban, gaya hidup, konsumtif 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Meskipun diakhir tahun 2015 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan, namun secara umum dalam satu dasawarsa sekarang ekonomi cukup stabil. Kondisi ini tentu melahirkan masyarakat yang lebih mapan secara ekonomi. Kemapanan ekonomi sebagian masyarakat tanah air berdampak pada pergeseran budaya, salah satunya adalah lahirnya budaya konsumtif. Kemapanan ekonomi menjadi salah satu penyebab mereka untuk membeli segala sesuatu yang diinginkannya. Mereka tak sekadar memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga berusaha keras untuk memenuhi setiap keinginannya. Bisa jadi, sesuatu itu tak dibutuhkan dan tak berguna, namun mereka tetap membelinya. Misalnya saja, mereka tak cukup dengan memiliki satu smartphone, tak cukup dengan memiliki satu sepeda motor, tak cukup dengan satu kendaraan roda empat, padahal yang benar-benar ia butuhkan hanya satu saja. Kenyataan ini tak lepas dari pengaruh iklan yang terus menerus menerpa masyarakat. Bahasa iklan yang kadang manipulatif mampu membius masyarakat urban, lantas terperdaya. Iklan menyesar semua kalangan, khususnya