Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 13, No. 2 Juni 2010 69 Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan PENGOBATAN TRADISIONAL, UPAYA MEMINIMALKAN BIAYA KESEHATAN MASYARAKAT DESA DI JAWA TRADITIONAL MEDICINE, EFFORD TO MINIMAZE HEALTH COST AMONG THE VILLAGE COMMUNITY IN JAVA Atik Triratnawati Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, UGM, Yogyakarta ABSTRACK Background: Traditional medicine is frequently perceived as negative and even though many people still practice. It the use of traditional medicine is mainly due cause to tradition. The villager tends to use traditional medicine as primary healing. This article tried to identify frequent diseases among Javanese and economic capability to afford health cost. Methods: Ethnography study using observation and in-depth- interview among 48 informants and 6 key informant of peasant community in Sleman, DIY and fisherman in Rembang, Central Java, during 2007-2008. Phenomenology approach used during data collection and analysis. Result : Masuk angin (wind illness) is a disease which frequently occur among the villager. Traditional medicine was applied because it is inexpensive, easy, effective and suitable with the cognitive related to the harmony (equilibrium). The principle of coining was binary opposition such as: hot x cold; loose x tight; angin masuk x angin keluar; better x awful and the equilibrium is the basic rational of traditional medicine. Recommendation: Traditional medicine must be recognized by the government and should be in equal position to modern medicine in order to reduce negative opinion, so the rational of it is recognized by others. Keywords: holistic, traditional, masuk angin, effective, cheap ABSTRAK Latar belakang: Pengobatan tradisional sering dianggap negatif dan mendapat stigma, meski masyarakat tetap mempraktikkannya. Pemanfaatan pengobatan tradisional karena dianggap sudah tradisi. Masyarakat desa cenderung menggunakan pengobatan tradisional sebagai pengobatan pertama. Tulisan ini mencoba mengidentifikasi penyakit yang sering dialami masyarakat desa beserta kemampuan ekonomi mereka dalam membayar biaya kesehatan. Metode: Studi etnografi dengan observasi dan wawancara dilakukan terhadap 48 informan dan 6 informan kunci di komunitas petani di Sleman , DIY, dan komunitas nelayan di Rembang, Jawa Tengah, selama tahun 2007-2008. Pendekatan fenomenologi digunakan saat pengumpulan data maupun analisisnya. Hasil: Masuk angin merupakan penyakit yang paling sering dialami masyarakat desa. Pengobatan tradisional diterapkan karena alasan mudah, murah dan manjur serta sesuai dengan kerangka berpikir mereka terkait dengan konsep keseimbangan. Prinsip kerokan seperti oposisi biner: panas x dingin; longgar x kencang; angin masuk x angin keluar; ringan x berat serta tercapainya keseimbangan merupakan dasar rasional pengobatan tradisional. Rekomendasi: Pengobatan tradisional harus diakui pemerintah dan kedudukannya sejajar dengan medis modern sehingga pandangan negatif hilang dan rasionalitas pengobatan ini diakui semua pihak. Kata kunci: holistik, tradisional, masuk angin, efektif , murah PENGANTAR Keanekaragaman suku bangsa dan budaya membawa konsekuensi pada beragamnya sistem medis (tradisional maupun modern) di masyarakat. Sistem medis merupakan unsur universal dari suatu kebudayaan sehingga sistem medis adalah bagian integral dari kebudayaan. 1 Oleh karena itu, masing- masing sistem medis memiliki konsep sehat-sakit yang berbeda, demikian juga upaya pengobatannya. Klasifikasi penyebab penyakit ada yang dianggap berasal dari sistem naturalistik (kekuatan alam, ketidakseimbangan diri individu, tidak mengenai orang tertentu) maupun personalistik (intervensi dari suatu agen baik supernatural maupun manusia). 1 Selain itu ahli antropologi kesehatan membagi model penyakit ke dalam tiga model kepercayaan kesehatan yaitu magico-religious model, biomedical model, holistic model. 3 Pada masyarakat pedesaan seperti di Jawa yang kuat sistem medis tradisionalnya semua penyakit dijelaskan dengan model holistik. Model ini menekankan pada aspek harmoni atau keseimbangan dalam tubuh baik menyangkut lingkungan, sosial budaya, dan perilaku. Penyembuhan dimaksudkan untuk mengembalikan keseimbangan tersebut. 3 Indonesia, khususnya di Jawa, pluralisme medis merupakan suatu keadaan yang diakui, ini artinya semua sistem pengobatan dapat diterima masyarakat dan hidup berdampingan dengan maksud saling melengkapi. Sayangnya meski pluralisme medis dikenal luas akan tetapi marginalisasi sistem pengobatan tradisional masih dijumpai. Stigma negatif bahwa pengobatan JURNAL MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN VOLUME 13 No. 02 Juni 2010 Halaman 69 - 73 Artikel Penelitian