JURNAL NASIONAL TEKNOLOGI DAN SISTEM INFORMASI- VOL. 05 NO. 02 (2019) 104-111 Terbit online pada laman : https://teknosi.fti.unand.ac.id/ Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi | ISSN (Print) 2460-3465 | ISSN (Online) 2476-8812 | https://doi.org/10.25077/ TEKNOSI.v5i2.2019.104-111 Attribution-NonCommercial 4.0 International. Some rights reserved Penelitian Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Proyek KPR Nonsubsidi menggunakan Linier Programing Uswatun Hasanah a , Susilahudin Putrawangsa b , Danang Tejo Kumoro c a Teknik Informatika STMIK Bumigora, Jalan Ismail Marzuki, Mataram 83000, Nusa Tenggara Barat, Indonesia b Tadris Matematika Universitas Islam Negeri, Jalan Gajah-Mada No. 100, Mataram 83000, Nusa Tenggara Barat, Indonesia c Teknik Informatika STMIK Bumigora, Jalan Ismail Marzuki, Mataram 83000, Nusa Tenggara Barat, Indonesia INFORMASIARTIKEL ABSTRACT Sejarah Artikel: Diterima Redaksi: 04 November 2018 Revisi Akhir: 12 September 2019 Diterbitkan Online: 19 September 2019 PT X merupakan salah satu pengembang perumahan subsidi dan nonsubsidi di kawasan Terong Tawah, Labu Api, Lombok Barat. Kekhawatiran PT X dalam manajemen usahanya terkait pembangunan perumahan nonsubsidi yang disebabkan karena keterbatasan sumber daya yang tersedia dan tingkat persaingan dengan para pengembang yang lain. Disamping itu, pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat dapat mempengaruhi besarnya permintaan pasar akan ketersediaan rumah sehingga dapat mendorong pengembang PT X dalam mengoptimalkan profit atau keuntungan yang akan diperoleh. Linier programming dapat digunakan dalam menemukan solusi optimalisasi profit tersebut sehingga PT X dapat menentukan langkah yang tepat dalam pengambilan keputusan. Secara matematis, proses penyelesaian metode ini dilakukan secara iterasi berdasarkan pemodelan sumber daya yaitu PT X membangun perumahan nonsubsidi tipe A (40/100), tipe B (70/200) dan tipe C (200/350). Berdasarkan hasil simulasi dengan proses iterasi sebanyak empat kali dihasilkan bahwa untuk memperoleh profit secara optimal sebesar Rp. 857.140.000 maka PT X dapat membangun 71 unit rumah tipe A dengan ukuran 40 diatas luas tanah 100 meter persegi, 114 unit rumah tipe B dengan ukuran 70 diatas luas tanah 200 meter persegi dan 114 unit rumah tipe C dengan ukuran 200 diatas luas tanah 350 meter persegi. KATA KUNCI Perumahan Subsidi, Keuntungan, Linier Programming KORESPONDENSI E-mail: uswatun@stmikbumigora.ac.id 1. PENDAHULUAN Terong Tawah merupakan salah satu daerah Lombok Barat dimana Lombok Barat memiliki jumlah penduduk terpadat kedua setelah Lombok Timur yaitu jumlah penduduknya sebanyak 644.586 jiwa pada tahun 2015 [1] dengan luas wilayah 1,053.87 atau setara dengan 5,23% dari luas daerah Nusa Tenggara Barat. Hal ini mengakibatkan jumlah permintaan KPR semakin meningkat berdasarkan keterangan dari salah satu pengurus pengembang PT X yaitu jumlah persentasi permintaan pasar di perumahan Lombok Barat sebesar 300%, artinya perencanaan pembangunan perumahan yang dibangun sebanyak 1000 unit, tetapi permintaan masyarakat sebesar 3000 unit. Hal ini mengindikasikan bahwa perbandingan antara jumlah penduduk dengan jumlah permintaan pasar adalah berbanding lurus atau kelipatannya [2]. Perumahan subsidi dan nonsubsidi memiliki beberapa perbedaan misalnya dilihat dari segi harga jual, fasilitas, KPR (Kredit Pemilikan Rumah), spesifikasi, tipe bangunan, lokasi, renovasi dan harga jual kembali. Jika dilihat dari lokasi, rumah subsidi biasanya dibangun di kawasan yang baru berkembang dengan harga tanah cukup murah, sedangkan rumah nonsubsidi biasanya ditemukan ditengah kota atau daerah yang strategis, dan terjangkau. Akan tetapi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman mendorong para pengembang untuk membangun rumah nonsubsidi di pemukiman Terong Tawah, salah satu pemukiman masyarakat yang tergolong harga beli tanah di kawasan tersebut murah [3]. KPR dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam hal pemilikan rumah yang disebabkan harga rumah semakin hari semakin melambung tinggi. KPR terbagi menjadi dua macam yaitu KPR subsidi dan nonsubsidi. Secara umum perbedaannya adalah penentuan jumlah kredit yang dikeluarkan yaitu KPR subsidi ditetapkan oleh pemerintah untuk masyarakat ke bawah berupa kredit ringan, bantuan dana pembangunan dan perbaikan rumah yang telah dibayarkan sebelumnya sehingga pembayaran angsurannya flat setiap tahun. Sedangkan KPR nonsubsidi