ISSN-online 2615-6601 Torani: JFMarSci Vol. 2 (2) June 2019: 69-76 ISSN-print 2621-5322 69 Penggunaan Probiotik Untuk Menekan Populasi Bakteri Vibrio sp. Pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Use of probiotics to fight bacterial populations of Vibrio sp. on vaname shrimp cultivation (Litopenaeus vannamei) Muhammad Fadhil Mustafa, Margaretha Bunga, Marlina Achmad Program Studi Budidaya Perairan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Jln. Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar, 90245 correspondent author: muhfadhilmustafa@gmail.com Abstrak Konsekuensi dari budidaya udang super intensif adalah peningkatan limbah akuakultur dan penularan penyakit. Bakteri Vibrio sp. merupakan agen penyebab penyakit pada larva udang pada saat udang dalam keadaan stress dan lemah, serta dapat menyebabkan kematian. Penerapan probiotik, yakni mikroorganisme menguntungkan mampu mendegradasi bahan organik, mereduksi penyakit, dan membantu mempercepat proses siklus nutrien sebagai konsekuensi dari budidaya udang super intensif. Probiotik komersial yang telah ada saat ini adalah campuran beberapa jenis mikroorganisme menguntungkan yakni Bacillus sp., Pseudomonas sp., Nitrosomonas sp., Aerobacter sp., dan Nitrobacter sp. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan probiotik dengan selang waktu berbeda dalam menghasilkan penurunan jumlah populasi bakteri Vibrio sp. Metode penelitian yang diterapkan adalah dengan perlakuan pemberian probiotik komersial pada selang waktu yang berbeda yakni tiga, lima, dan tujuh hari serta tanpa pemberian probiotik sebagai kontrol. Selanjutnya populasi bakteri dihitung dengan total plate count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik signifikan berpengaruh terhadap penurunan jumlah populasi bakteri Vibrio Sp. Pemberian probiotik selang waktu tiga hari menunjukkan penurunan jumlah populasi bakteri yang signifikan berbeda dengan kontrol, namun sama dengan perlakuan pemberian selang lima dan tujuh hari. Penurunan jumlah populasi bakteri pada pelakuan selang tiga, lima, dan tujuh hari berturur-turut adalah 0.05 x 10 4 , 0.41 x 10 4 , dan 0.61 x 10 4 CFU/ml. Penelitian ini merekomendasikan bahwa penggunaan probiotik komersial selang waktu tujuh hari untuk budidaya udang vaname super intensif. Penggunaan probiotik selang tiga hari mengindikasikan dampak terhadap meningkatnya biaya pengeluaran untuk probiotik. Kajian probiotik komersial yang dimodifikasikan dengan mikroorganisme alami diduga dapat mengefesiensikan biaya operasional budidaya udang. Kata kunci: bakteri Vibrio sp, probiotik, udang vaname, budidaya super intensif. Abstract The consequence of super intensive shrimp farming is an increase in aquaculture waste and disease transmission. Vibrio sp. Bacteria is a disease-causing agent in shrimp larvae when the shrimp is in a state of stress and weakness, and can cause death. The application of probiotics, namely beneficial microorganisms can degrade organic matter, reduce disease, and help accelerate the process of nutrient cycles as a consequence of super intensive shrimp farming. Commercial probiotics currently available are a mixture of several types of beneficial microorganisms, namely Bacillus sp., Pseudomonas sp., Nitrosomonas sp., Aerobacter sp., and Nitrobacter sp. The purpose of this study was to evaluate the use of probiotics with different time intervals to produce a decrease in the population of Vibrio sp. The research method applied was the treatment of commercial probiotics at different intervals of three, five, and seven days and without the administration of probiotics as controls. Furthermore, the bacterial population was calculated by total plate count (TPC). The results showed that the administration of probiotics had a significant effect on the decrease in the population of Vibrio sp. Provision of probiotics three days apart showed a decrease in the number of bacterial populations that were significantly different from the controls, but the same as the administration of intervals of five and seven days. The decrease in the number of bacterial populations in the treatment interval of three, five, and seven days in a row is 0.05 x 10 4 , 0.41 x 10 4 , and 0.61 x 10 4 CFU / ml. This study recommends that the use of commercial probiotics intervals of seven days for super intensive vaname shrimp farming. The use of probiotics for three days indicates an impact on the increase in expenditure costs for probiotics. Commercial probiotic studies modified with natural microorganisms are thought to be able to streamline the operational costs of shrimp farming. Keywords: Vibrio sp. bacteria, probiotics, vaname shrimp, super intensive cultivation Volume 2 (2) June 2019: 69-76 ISSN-online 2615-6601 ISSN-print 2621-5322