Zaiyidah Fathony / Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol.8 No.2 (2017) 1-7 | 1 PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIFDI BPM ISTRI UTAMI DAN TUTIK PURWANI KABUPATEN SLEMAN Zaiyidah Fathony a Fakultas Kesehatan dan Ilmi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin E-mail : zaiyidahfathony@gmail.com Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif. Jenis penelitian ini eksperimen dengan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan diri ke BPM Istri Utami dan BPM Tutik Purwani Kabupaten Sleman dengan teknik pengambilan sampel secara random dengan 22 sampel pada masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis data menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, rerata skor nyeri antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terdapat perbedaan (p= 0,025). Hasil analisis multivariat model II didapatkan nilai OR dari variabel hypnobirthing adalah 4,50 yang berarti ibu yang tidak diberikan hypnobirthing berpeluang 4,50 kali untuk mengalami nyeri persalinan berat dibandingkan ibu bersalin yang diberikan perlakuan hypnobirthing. Hypnobirthing yang dilakukan sejak kehamilan trimester III (usia kehamilan 32 minggu) yang diberikan sebanyak 3 kali dalam 3 minggu berpengaruh terhadap intensitas nyeri saat persalinan kala I fase aktif. Kata kunci : hypnobirthing, nyeri persalinan kala I Abstract The goal of this study is to determine the effect of the hypnobirthing on the pain intensity during active phase I labor. This was research experiment with the design of Randomized Controlled Trial (RCT. The population in this study were all pregnant women who went to the clinic of Istri Utami and clinic of Tutik Purwani Sleman District by using a random sampling with 22 samples in each treatment group and control group. Data analysis was using chi square. Based on the results obtained, the mean pain scores between the treatment group and the control group there were differences (p = 0.025). Multivariate analysis model II obtained from OR value hypnobirthing variable is 4.50, which means the mother was not given hypnobirthing 4.50 times likely to experience severe labor pain than mothers who are given treatment hypnobirthing. Hypnobirthing undertaken since the third trimester of pregnancy (gestational age 32 weeks) were given 3 times in 3 weeks affect the intensity of pain during active phase I labor. Keywords : Hypnobirthing, Phase I Labor Pain I. PENDAHULUAN Persalinan merupakan proses fisiologis yang terjadi pada tiap kehamilan. Meskipun hal tersebut merupakan proses fisiologis selalu dihubungkan dengan penderitaan. Nyeri pada persalinan bukanlah hal yang baru dikenal sekarang tetapi sudah ada sejak jaman dahulu. Dari segi psikologis, persalinan merupakan suatu kejadian yang penuh dengan stress pada sebagian besar ibu bersalin yang meningkatkan rasa nyeri, takut dan cemas (Simkin et al., 2008). Nyeri saat persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara umum dialami oleh hampir semua ibu bersalin. Nyeri persalinan merupakan sebuah pengalaman subyektif disebabkan oleh iskemik otot uteri, penarikan ligamen uteri, ovarium, tuba fallopii dan distensi bagian bawah uteri, otot dasar panggul dan perineum. Nyeri persalinan mulai timbul pada kala I fase laten dan fase aktif (Reeder et al., 2011). Pada penelitian yang dilakukan terhadap 2700 pasien inpartu di 121 pusat obstetri dan