Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN) Vol. 1, No. 1, (Juni 2015) ISSN 2460-7041 45 Abstrak— Indonesia memiliki potensi penyakit yang beragam. Ketersediaan obat pada setiap tempat pendistribusian dan penjualan obat belum memadai. Pemerintah belum bisa menangani tidak meratanya penyebaran obat pada distributor obat. Saat ini, belum ada sebuah sistem informasi untuk memantau penyebaran dan pendistribusian obat secara nasional di indonesia. Sistem informasi tersebut dapat dibangun dengan menggunakan teknologi internet ataupun SMS gateway. Identifikasi dan analisis masalah yang dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Dari hasil identifikasi dan analisis masalah, diperoleh bagaimana keadaan penyebaran dan distribusi obat di Indonesia dan requirement apa saja yang dibutuhkan dalam merancang sistem informasi berskala nasional untuk memantau penyebaran dan pendistribusian obat di Indonesia. Hasil yang diperoleh berupa sistem interaksi mengenai data distribusi obat di Indonesia antara sarana pelayanan kesehatan dan sarana distribusi obat dengan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, serta masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah agar rancangan ini dapat berguna dalam membangun sistem informasi yang sebenarnya dan berskala nasional untuk mengontrol dan mengatur penyebaran obat di Indonesia. Keywords— pendistribusian, obat, SMS Gateway, monitoring. I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan berpenduduk sangat padat. Selain jumlah penduduk yang banyak dan wilayah yang luas, Indonesia pun termasuk negara yang memiliki potensi penyakit yang beragam [4][5][7]. Penyakit merupakan kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap rangsangan/tekanan sehingga timbul gangguan pada sistem atau fungsi dari tubuh [3]. Hal yang paling dibutuhkan untuk memberi pertolongan kepada penderita penyakit adalah ketersediaan obat yang memadai pada setiap tempat pendistribusian dan penjualan obat. Seperti yang telah diamanatkan dalam UUD 1945 hasil amandemen, dalam Pasal 28 H ayat (1) dikatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Di sini secara jelas diatur bahwa hidup secara sehat dan memperoleh pelayanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara dan hal ini menjadi kewajiban bagi negara untuk merealisasikannya. Masalah lain yang ada pada kondisi distribusi obat di Indonesia saat ini yaitu masih bebasnya peredaran obat-obatan di Indonesia [8]. Masih ada saja masyarakat yang berani membeli obat-obatan jenis keras tanpa saran dari tenaga kefarmasian [9]. Hal ini akan sangat berbahaya jika obat yang dibeli tidak sesuai dengan penyakit yang diderita oleh masyarakat tersebut. Terdapat ribuan titik distribusi obat di Indonesia, mulai dari pabrik obat, sarana distribusi (Pedagang Besar Farmasi), dan juga sarana pelayanan (rumah sakit,puskesmas, dan apotek) [6]. Hal ini tentu menyebabkan pemerintah sulit mengontrol dan memantau bagaimana keberjalanan proses distribusi obat di seluruh Indonesia. Penelitian ini merancang sebuah kebutuhan sistem informasi untuk monitoring data terkait distribusi obat di Indonesia. Sistem informasi yang dirancang dapat memberikan warning kepada Dinas Kesehatan pada aplikasi desktop terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada setiap proses bisnis yang dirancang. II. INISIASI SISTEM Tahap pertama dalam mendefinisikan solusi sistem informasi untuk monitoring distribusi obat adalah menentukan kebutuhan sistem dengan mencari permasalahan yang ada pada saat ini. Dalam mencari solusi sistem informasi, dilakukan dengan tahapan umum seperti inisiasi sistem, analisis sistem, dan desain sistem[1]. Pada tahap pertama ini, terdapat identifikasi masalah dan pemetaan masalah yang berhubungan dengan proses distribusi obat di Indonesia. Pemetaan masalah dilakukan pada empat stakeholder, yaitu Pemerintah, sarana distribusi (PBF), sarana pelayanan, dan masyarakat. A. Obat-Obatan yang Didistribusikan Obat-obatan yang didistribusikan di Indonesia, terdiri dari berbagai macam jenis, kategori, dan fungsi. Tabel 1 berikut menunjukkan kategori obat berdasarkan tingkat kebebasan dalam memperolehnya. TABEL1 KATEGORI OBAT BERDASARKAN TINGKAT KEBEBASANNYA No. Kategori Penjelasan 1. Obat Bebas (terdapat lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam pada kemasan obat) Obat yang dijual secara bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. 2. Obat Bebas Terbatas (terdapat lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam pada kemasan obat) Obat yang masih termasuk obat keras, tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter dan disertai dengan tanda peringatan. Yulisnaini Amelia 1 , Albarda 2 , Elvi Trinovani 3 1,2,3 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung e-mail: yulisnaini_amelia@yahoo.com, albar@stei.itb.ac.id, elvi_nova@yahoo.co.id Sistem Informasi untuk Monitoring Distribusi Obat di Indonesia