214 PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KACA MENJADI PRODUK KREATIF Supiatun Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas PGRI Palembang supiatunnazar@gmail.com Miftahul Jannah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas PGRI Palembang miftauljana79@gmail.com Ela Nindriyani Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas PGRI Palembang ellanindy05@gmail.com Neta Dian Lestari Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas PGRI Palembang neta_obyta@yahoo.com Masuk : 21-11-2020 , revisi : 08-01-2021 diterima untuk diterbitkan : 18-01-2021 Abstract: The problem of waste is a common problem in the world, in the era of the Industrial Revolution 4.0, ready-to-eat food and beverage products resulted in piles of waste which resulted in environmental pollution. Waste that can damage the environment is waste that cannot be decomposed by nature. As a form of saving the earth to reduce the waste of plastic bottles and glass bottles, the younger generation should be able to use them such as pencil boxes, plastic flower vases, chairs, multipurpose storage places and bross. Meanwhile, waste glass bottles can be made into products such as miniatures, flower pots and home decorations. Abstrak: Permasalahan sampah menjadi masalah bersama didunia, pada era Revolusi Industri 4.0, produk makanan dan minuman kemasan siap saji mengakibatkan timbunan sampah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sampah yang dapat merusak lingkungan adalah sampah yang tidak dapat terurai oleh alam. Sebagai bentuk penyelamatan bumi mengurangi limbah botol plastik dan botol kaca, sebagai generasi muda harus dapat memanfaatkan seperti kotak pensil, vas bunga bunga dari plastik, kursi, tempat penyimpanan serbaga guna dan bross. Sedangkan limbah botol kaca dapat dibuat produk seperti miniatur, pot bunga dan hiasan rumah. Kata Kunci: Pemanfaatan, Limbah, Plastik, Kaca PENDAHULUAN Permasalahan sampah menjadi masalah bersama di dunia. Pada era Revolusi Industri 4.0, produk makanan dan minuman kemasan siap saji mengakibatkan timbunan sampah yang mengakibatkan pencemaran. lingkungan. Sebagai generasi milenial yang bukan hanya sekedar memahani ilmu pengetahuan di era disrupsi, namun bagai mana seorang pemuda dapat menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar sebagai warisan generasi berikutnya. Jangan sampai alam ini rusak di era disrupsi sehingga anak cucu penerus tidak dapat menikmati keindahan alam dan tidak dapat memanfaatkan sumbernya alam, dikarenakan kerusakan ekosistem di sebabkan masalah Sampah atau Limbah. Sampah yang dapat merusak lingkungan adalah sampah yang tidak dapat terurai oleh alam. Menurut Indonesia Solid Waste Association (InSWA) dalam Hutauruk, T.R (2019:1-2), produk sampah plastik Indonesia sekitar 5,4 juta