GUSMAINI et al. : Potensi bakteri endofit dalam upaya meningkatkan pertumbuhan 167 POTENSI BAKTERI ENDOFIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN ANDROGRAFOLID PADA TANAMAN SAMBILOTO Potency of Endophytic Bacteria to Increase the Growth, Biomass, and Andrographolide Yields of the Bitter King GUSMAINI 1) , SANDRA ARIFIN AZIZ 2) , ABDUL MUNIF 2) , DIDY SOPANDIE 2) , dan NURLIANI BERMAWIE 1) 1) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor Jalan Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111 2) Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor email: gusmaini2004@yahoo.com (Diterima Tgl. 13-3-2013 - Disetujui Tgl. 1-10-2013) ABSTRAK Bakteri endofit hidup di dalam jaringan tanaman yang sehat dan berperan antara lain di dalam memacu pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan senyawa-senyawa zat pengatur tumbuh, seperti IAA, GA 3 , dan Sitokinin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi bakteri endofit dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan kadar andrografolid pada tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balittro Cimanggu Bogor pada Oktober 2011–Mei 2012. Perlakuan disusun mengikuti Rancangan Acak Kelompok, enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol, dan perlakuan bakteri endofit yaitu (2) 20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (perlakuan 2-5 masing-masing terdiri dari 4 jenis isolat), dan (6) 90AA (isolat tunggal). Suspensi bakteri endofit (50 ml/tanaman) diberikan 4 kali yaitu pada minggu ke 3, 5, 7, dan 9 setelah tanam dengan konsentrasi 10 10 spk/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit berpengaruh postif dan nyata dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi herba segar dan kering serta andrografolid pada tanaman sambiloto lebih baik dibandingkan kontrol. Peningkatan pertumbuhan tertinggi ditunjukkan pada tinggi tanaman dan jumlah cabang primer yaitu masing-masing 24,7% (20 CD) dan 42,2% (20 BB). Produksi herba kering meningkat 25- 82,81%, sejalan dengan meningkatnya serapan hara N (64,7-158,8%), P (50-100%), dan K (65-155%). Peningkatan produksi herba kering dan andrografolid terbaik diperoleh dari penggunaan 20 CD (82,81 dan 142,11%), 20 BB (88,75 dan 131,58%), dan 20 BD (65,63 dan 131,58%). Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa bakteri endofit berpotensi untuk dikembangkan pada budidaya tanaman sambiloto. Kata kunci: Andrographis paniculata, bakteri endofit, andrografolid, pertumbuhan, produksi ABSTRACT Endophytic bacteria live within healthy plant tissue and play important roles, such as producing compounds of plant growth regulators substances such as IAA, GA 3 , and Cytokinin. The aims of this research is to evaluate the potential of endophytic bacteria to promote the growth, andrographolide content, and dry matter yield of king of bitter. The research was conducted in the greenhouse of Cimanggu Balittro in October 2011-May 2012. Treatments were arranged in a randomized complete block design with six treatments and four replications. Treatments consist of (1) control, and 5 kinds of endophytic bacteria isolates such as (2) 20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (treatments no.2-5, consisted of 4 types of isolate), and (6) 90AA (single isolate). The highest presentage of plant height and number of primary branches were obtained from the treatment of 20CD (24.7%) and 20BB (42.2%). Increase in the dry herb yield of 25-82.81% was in agreement with increasing in uptake of N (64.7- 158.8%), P (50-100%), and K (65-155%). The best treatment with which yielding high of dry herbs and andrographolide was 20CD isolates (82.81 and 142.11%), followed with 20 BB (88.75 and 131.58%), and 20 BD (65.63 and 131.58%). The study implies that endophytic bacteria have potential for development of king of bitter cultivation. Key words: Andrographis paniculata, endophytic bacteria, androgra- pholide, growth, yield PENDAHULUAN Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan karena beragam khasiatnya. Masyarakat Indonesia mengenal tanaman sambiloto sebagai salah satu campuran obat tradisional, seperti jamu. Di negara lain seperti China, India, dan negara-negara di Amerika penelitian tentang tanaman sambiloto telah berkembang luas, tidak hanya dalam hal budidaya tanaman tetapi juga isolasi bahan aktif, yaitu andrografolid dan turunannya, untuk berbagai kegunaan antara lain sebagai antibakteri dan antivirus (CALABRESE et al., 2000; SINGH et al., 2001; XU et al., 2006), antiinflamasi (BAO et al. 2009), antioksidan, (AKOWUAH et al., 2006), dan antikanker (MUNTHA et al., 2003; RAO et al., 2004; CHEN et al., 2007; WANG et al., 2009; CHAO dan LIN, 2010). Pengembangan budidaya tanaman sambiloto tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi biomas tajuknya tetapi juga pada peningkatan kadar bahan aktif tanaman. Beragam hasil penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan produksi biomas dan andrografolid pada tanaman sambiloto antara lain pemberian pupuk (YUSRON et al., 2007; RAMESH et al., 2011), penggunaan mikoriza (ARPANA dan BAGYARAJ, 2007), pemberian fitohormon secara eksogen (ANURADHA et al., 2010), dan identifikasi dan kuantifikasi kadar andrografolid pada beberapa tahap pertumbuhan (PARASHAR et al., 2011; SHARMA dan Jurnal Littri 19(4), Desember 2013. Hlm. 167 - 177 ISSN 0853-8212