131 Jurnal Ilmu Manajemen & Bisnis - Vol 10 No 2 September 2019 Analisis Penerapan Program Laku Pandai pada PT XYZ Putu Ayu Sruti Permata Sari 1 , Budi Frensidy 2 Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia 1 Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia 2 Abtract. Laku pandai is financial inclusion and financial literacy program launched by the government so that more people can do financial services. PT XYZ's laku pandai customer realization was not as targeted in 2018. How is the laku pandai program implemented at PT XYZ? Why was PT XYZ's laku pandai customer target not achieved? Based on this research problem, The purpose of this study was to evaluate the implementation of laku pandai at PT XYZ and analyze the factors that caused PT XYZ's laku pandai customer target not achieved. The research method used is a qualitative method. The data used are primary data. The data analysis used is descriptive qualitative analysis. The findings in this study indicate that the target of laku pandai customers not achieved because PT XYZ uses a centralized structure. The account opening process is still not integrated. PT XYZ's laku pandai feature is still limited to deposits, withdrawals, and transfers between the laku pandai account. In addition, PT XYZ lacks experience in handling the laku pandai market segment. The process of opening accounts requires more time than the service level agreement. Keywords. Laku pandai, financial inclusion, financial literation, branchless banking, bank. Abstrak. Laku pandai merupakan program inklusi keuangan dan literasi keuangan yang diusung pemerintah agar lebih banyak masyarakat yang dapat tersentuh jasa keuangan. Realisasi nasabah laku pandai tahun 2018 PT XYZ tidak sesuai yang ditargetkan. Bagaimana pelaksanaan program laku pandai pada PT XYZ? Mengapa target nasabah PT XYZ tidak tercapai? Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan laku pandai di PT XYZ dan menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan target nasabah laku pandai tidak tercapai pada tahun 2018. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer. Analisis data pada penelitain ini menggunakan descriptive qualitative analysis. Temuan pada penelitian ini menunjukkan target nasabah laku pandai tidak tercapai karena pelaksanaan laku pandai PT XYZ menggunakan struktur di mana tersentralisasi, masih belum terintegrasi, masih memiliki fitur yang terbatas pada setoran, tarikan, dan transfer antar rekening laku pandai. Selain itu PT XYZ kurang memiliki pengalaman dalam menangani segmen pasar laku pandai, proses pembukaan rekening nasabah laku pandai PT XYZ memerlukan waktu yang melebihi SLA. Kata kunci. laku pandai, inklusi keuangan, literasi keuangan, branchless banking, bank. Correspondence. putu.ayu76@ui.ac.id, budi.frensidy@ui.ac.id History of article. Received: April 2019, Revision: Juli 2019, Published: September 2019 1. PENDAHULUAN Indikator suatu negara dapat dikatakan negara maju atau negara berkembang dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Jika pertumbuhan ekonomi dikaitkan dengan struktur keuangan sebuah negara, maka negara penganut sistem keuangan yang bank- based pada tahap awal pengembangan ekonominya lebih baik dari sistem keuangan market-based dalam memobilisasi tabungan dan mengalokasikan modal. Sebaliknya suatu negara yang menganut sistem keuangan market-based menyediakan layanan keuangan yang merangsang inovasi dan pertumbuhan jangka panjang (Levine, 2002). Oleh karena itu, setiap sistem keuangan memiliki kelebihannya masing- masing dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurut data pada Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten yang tercatat pada BEI sampai 25 Februari 2019 sejumlah 625 perusahaan, dengan kapitalisasi pasar per Desember 2018 sebesar Rp7.023,50 triliun menurut data statistik pasar modal Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan dana pihak ketiga per Desember 2018 mencapai Rp5.630,448 triliun menurut data statistik perbankan Indonesia. Oleh karena itu, tampak Indonesia lebih kepada sistem keuangan bank- based. Walaupun Indonesia lebih ke sistem keuangan bank-based dan pemerintah sudah