51 Kandungan Senyawa Penangkal Sinar Ultra Violet dari Ekstrak Rumput Laut Eucheuma cottonii dan Turbinaria conoides Rini Yanuarti 1 , Nurjanah 1, Effionora Anwar 2 , Ginanjar Pratama 3 1 Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor 2 Departemen Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia 3 Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji Email : riniy588@gmail.com Abstract Seaweed has several economic applications in various types of industries, one of them for the cosmetic industries. The most widely used cosmetics is for a sunscreen cream. The effectiveness of sunscreen cream is usually expressed by the SPF (Sun Protection Factor) value. The purpose of this research are to know the active compound content and SPF value on seaweed extract Turbinaria conoides and Eucheuma cottonii which can be used as active ingredient on sunscreen cream preparation. The results showed that the seaweed Turbinaria conoides contain class of phenol hydroquinone, flavonoid, triterpenoid, steroid, and saponin. The seaweed Eucheuma cottonii only found alkaloid compounds. The highest SPF values on seaweed Turbinaria conoides are present in methanol extract (SPF 16.7), meanwhile for seaweed Eucheuma cottonii is present in ethyl acetate extract (SPF 8.8). These results show that the extracts of seaweed Turbinaria conoides and Eucheuma cottonii have good potential when used as an active ingredient in sunscreen cream preparations. Key Words :Eucheuma cottonii, sunscreen cream, SPF (Sun Protection Factor), Turbinaria conoides Abstrak Rumput laut memiliki beberapa aplikasi ekonomi dalam berbagai jenis industri, salah satunya untuk industri kosmetik. Salah satu kosmetik yang banyak digunakan yaitu krim tabir surya. Efektivitas dari krim tabir surya biasanya dinyatakan dengan nilai SPF (Sun Protection Factor). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa aktif dan nilai SPF pada ekstrak rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. Hasil pengujian menunjukkan rumput laut Turbinaria conoides mengandung golongan senyawa fenol hidrokuinon, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan saponin. Rumput laut Eucheuma cottonii hanya ditemukan senyawa alkaloid. Nilai SPF tertinggi pada rumput laut Turbinaria conoides terdapat pada ekstrak metanol (SPF 16.7), sedangkan untuk rumput laut Eucheuma cottonii terdapat pada ekstrak etil asetat (SPF 8.8). Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ekstrak dari rumput laut Turbinaria conoides dan Eucheuma cottonii memiliki potensi yang baik jika digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan krim tabir surya. Kata kunci :Eucheuma cottonii, krim tabir surya,SPF (Sun Protection Factor), Turbinaria conoides. Pendahuluan Rumput laut merupakan tumbuhan laut yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang dan daun, sehingga seluruh tubuhnya disebut thallus. Rumput laut dibedakan menjadi tiga kelas berdasarkan kandungan pigmen yang terdapat dalam thallus yaitu; kelas Chlorophyceae, Rhodophyceae dan Phaeophyceae. Ketiga kelas rumput laut tersebut bernilai ekonomis penting karena kandungan senyawa kimianya (Soenardjo, 2011). Rumput laut yang memiliki nilai ekonomis serta peluang yang besar untuk dikembangkan sebagai bahan kosmetik salah satunya yaitu Eucheuma cottonii. Pemanfaatan E. cottonii bukan hanya terbatas sebagai bahan pangan saja, melainkan sudah banyak olahan dari rumput laut ini yaitu karagenan. Ekstrak karagenan merupakan bahan baku dalam bidang industri, kedokteran, farmasi dan kosmetik. Rumput laut E. cottonii dipanen saat umur 45 - 60 hari setelah waktu tanam. Jika E. cottonii dipanen lebih cepat maka kandungan karagenan serta kekuatan gel yang dihasilkan rendah (Anggadiredja et al., 2006). Rumput laut Turbinaria sp. merupakan rumput laut dengan jumlah spesies yang sangat sedikit yaitu hanya terdapat 17 spesies. Spesies rumput laut seperti T. conoides, T. ornata dan T. decurent, merupakan jenis rumput laut coklat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia (Wynne 2002). Rumput laut T. conoides merupakan salah satu jenis rumput laut coklat yang keberadaannya belum termanfaatkan secara optimal (Willams, 2007). Rumput laut T. conoides memiliki manfaat dibidang kesehatan, mikrobiologi, enzimologi dan ekotoksikologi (La Barre et al., 2010). Rumput laut T. conoides menghasilkan alginat yang banyak digunakan dalam industri untuk memperkuat tekstur dan stabilitas produk. Rumput laut T. conoides memiliki beberapa aplikasi ekonomi dalam berbagai jenis industri, salah satunya untuk industri kosmetik (Hafting et al., 2015). Biosfera Vol 34, No 2 Mei 2017 : 51-58 DOI: 10.20884/1.mib.2017.34.2.467