Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Vol. 16 No. 1, Juni 2020 ISSN 2477-0361 97 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Vol. 16, No. 1, Juni 2020, Hal. 97-110 1 2 3 4 5 Riche Cynthia Johan, Emi Emilia , Linda Setiawati , Aah Ahmad Syahid , Angga Hadiapurwa , 6 Gema Rulyana DOI: 10.22146/bip.v16i1.35 ISSN 1693-7740 (Print), ISSN 2477-0361 (Online) Tersedia online di https://journal.ugm.ac.id/v3/BIP Gerakan literasi masyarakat berbasis media sosial 1,5,6 Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Pendidikan Indonesia 2 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Indonesia 3 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Naskah diterima: 20 Januari 2020, direvisi: 10 Mei 2020, disetujui: 18 Mei 2020 4 PGSD Kampus Sumedang, Universitas Pendidikan Indonesia e-mail: riche@upi.edu Pendahuluan. Tiga poros utama untuk meningkatkan gerakan literasi, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Penggunaan media sosial di masyarakat bukan sesuatu yang sulit di era teknologi, namun menjadi masalah bila digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Melalui kajian pembinaan diharapkan intervensi penggunaan media sosial dalam askes sumber informasi searah dengan tujuan gerakan literasi. Bahan bacaan dapat diakses melalui media sosial, dan perlu digagas untuk mengalihkan akses pada konten yang tidak tepat usia. Data Collection Method. Data obtained through observations of 100 participants in the development of community literacy movement. They were religious education community (pesantren) with professions such as, teachers, education staffs and students' representatives from two levels of education within the reading village frameworks in Tanjungmekar village, Tanjungkerta, Sumedang. Kesimpulan dan Saran. Alternatif pemanfaatan media sosial diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk berliterasi dan membangun potensi daerah yang literat. Kata kunci: literasi masyarakat; pendidikan keagamaan; media sosial Metode penelitian. Data diperoleh melalui observasi terhadap 100 orang dalam pembinaan gerakan literasi masyarakat, yaitu masyarakat pendidikan keagaman (pesantren) dengan profesi sebagai guru, tenaga kependidikan dan siswa pada perwakilan dari dua jenjang pendidikan di desa Tanjungmekar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. Analysis Data. Data were analyzed using descriptive percentage studies, and describing the results of observations. Data analisis. Data dianalisis menggunakan studi deskriptif persentase, dan mendeskripsikan hasil observasi pembinaan. Introduction. The three main aspects to improve literacy movement are family, school, and society. Using social media could be useful to improve literacy as many reading materials can be accessed and freely available. However, the content should be selected to prevent from unexpected materials. ABSTRACT Hasil dan Pembahasan. Masyarakat pendidikan keagamaan mengakses bahan bacaan lebih dominan gunakan bahan tercetak, deskripsi tugas membaca dan komunikasi melalui media sosial belum berjalan sesuai harapan. Secara umum kegiatan pembinaan literasi masyarakat pendidikan keagaaman memerlukan pola yang sesuai dengan waktu, motivasi, akses, perangkat teknologi, beragam media sosial untuk menumbuhkan kesiapan berliterasi.