JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Volume 18, No. 1, Juni 2020 23 KARAKTERISTIK PENURUNAN DASAR LAUT PERAIRAN TELUK JAKARTA THE CHARACTERISTIC OF SEA BED SUBSIDENCE OF THE JAKARTA BAY Yudi Darlan * , Ildrem Syafri, Vijaya Isnaniawardhani, Adjat Sudradjat Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang KM 21, Jatinangor 45363 Telepon: (022) 7796545 Faksimile: (022) 7796545 * email: darlanyudi@gmail.com Diterima : 26-12-2019, Disetujui : 06-05-2020 ABSTRAK Penurunan permukaan tanah wilayah pesisir Teluk Jakarta diyakini sebagai dampak dari pembangunan. Dari tahun 1974 sampai dengan 2010 telah terjadi penurunan permukaan tanah di sejumlah daerah DKI Jakarta antara -0.25 m dan -4.1 m. Kawasan perairan Teluk Jakarta sebagian besar masih dalam kondisi alamiah, belum mengalami beban pengembangan yang dapat menimbulkan penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung penurunan dasar laut Teluk Jakarta melalui pendekatan tektonik, lingkungan, dan konsolidasi sedimennya sebagai penyebab penurunan. Metode yang digunakan adalah analisis besar butir, mikrofauna, pentarihan umur radiokarbon C 14 dan analisis stratigrafi seismik. Hasilnya penurunan sedimen dasar laut perairan Teluk Jakarta telah terjadi sejak masa ribuan tahun yang lalu (Late Glacial Maximum, LGM). Penurunan tersebut terjadi akibat adanya gerakan vertikal lapisan sedimen (tektonik) dan konsolidasi sedimen. Penurunan lapisan sedimen di wilayah barat antara 0.1 cm dan 0.3 cm per tahun, dan 0.4 cm dan 0.5 cm per tahun di wilayah timur Teluk Jakarta. Kecepatan pengendapan sedimennya berkisar antara 0.57cm dan 1,84 cm pertahun lebih tinggi dari penurunan. Lapisan sedimen pasir di wilayah barat lebih banyak dibanding dengan wilayah timur Teluk Jakarta. Gangguan pada lapisan sedimen pasir akibat berkurangnya tekanan pori pada pasir dapat memicu penuruan dasar laut menjadi lebih dinamis dan mengakibatkan perairan Teluk Jakarta akan bertambah dalam. Pengembangan perairan Teluk Jakarta untuk pembangunan infrastruktur sebaiknya mengikutsertakan data dan informasi geologi kelautan untuk memperkecil resiko dampak penurunan. Kata kunci: karakteristik, penurunan, dasar laut, perairan, Teluk Jakarta ABSTRACT Land subsidence of the Jakarta Bay coastal area has been supposed as impact of coastal development. From 1974 to 2010 land subsidence occurred in a number of DKI Jakarta areas between -0.25 m and -4.1 m. The Jakarta Bay waters is in most natural condition which has no records of subsidence as an impact of the development. This research aims to estimate seabed subsidence rate of the Jakarta Bay waters through approaches such as tectonics, sedimentary environments, and consolidation of sediment as the causes of the subsidence. The method used in this research are particle size analyses of sediment, microfossil analyses, radiometric dating C 14 , and seismic stratigraphy analyses. Results, seabed subsidence of the Jakarta Bay waters has been occurred since last thousands years (Late Glacial Maximum). The subsidence occurred due to vertical movement of sediment layers and consolidation. The subsidence of sediment layer for west area between 0.1 cm and 0.3 cm per a year and between 0.4 cm and 0.5 cm per year for eats area of the Jakarta Bay waters. Depositional rates of its sediment between 0.57 cm and 1.84 cm per a year that are higher than subsidence. Sand sediment layer in the western is more dominant than in the eastern area of the Jakarta Bay. The disruption in the sand sedimentary layer which reduces pore pressures on the sand initiate subsidence becomes progressively increase and the depth of the Jakarta Bay becomes gradually deeper. The development of the Jakarta Bay waters for coastal infrastructures marine geological data and information should be included in order to minimize risks of subsidence impact. Keywords: Characteristic, subsidence, seabed, waters, the Jakarta Bay.