Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol. 11 No. 1, Juni 2017, p. 57 66 57 SELEKSI DAN PEROLEHAN GENETIK PADA KEBUN BENIH SEMAI GENERASI KETIGA Acacia mangium Selection and genetic gain in third-generation seedling seed orchard of Acacia mangium Betty Rahma Handayani, Sri Sunarti, dan Arif Nirsatmanto Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Jl. Palagan Tentara Pelajar Km.1,5 Purwobinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta, Indonesia email: bettyrh@biotifor.or.id Tanggal diterima: 14 Februari 2017, Tanggal direvisi: 22 Februari 2017, Disetujui terbit: 26 Mei 2017 ABSTRACT One of the purposes of seedling seed orchard (SSO) establishment is to produce genetically improved seeds. The amount of genetic gain in the SSO is determined from a series of selection involving within and between family selection in which the gain is generally achieved from the accumulated increases of gain in successive advanced generation breeding cycles. In present study, the amount of genetic gain was predicted in third-generation SSO of Acacia mangium after first within-plot selection using a retrospective selection index’s method. The SSO was established in Wonogiri, Central Java which was laid out in a randomized complete block design, 65 families, six replications, four trees-line plot and spacing of 2 m x 4 m. Actual within-plot selection was subjectively practiced in 40 months after planting. The observed traits for genetic gain prediction was height, diameter at breast height (dbh), and stem straightness using data collected at 24 months after planting. For calculating genetic gain based on multiple trait selection index, coefficient weight for each trait was then derived from the selection differential. The results of study showed that the first within plot selection was practiced mostly for imposing dbh rather than height or stem straightness with the relative gain was 6% for dbh, and 3% for bothheight and stem straightness. Using the derived coefficient weight, the expected genetic gain by family selection was found to be slightly lower than those predicted by within-plot selection at 3% for dbh, and 2% for both height and stem straightness. Keywords: retrospective selection index, within-plot selection, family selection, advanced generation breeding ABSTRAK Salah satu tujuan dari pembangunan kebun benih semai adalah untuk memproduksi benih unggul. Besarnya perolehan genetik dari benih unggul yang dihasilkan di kebun benih ditentukan oleh serangkaian kegiatan seleksi meliputi seleksi di dalam famili dan seleksi antar famili. Perolehan genetik juga dicapai melalui akumulasi peningkatan perolehan genetik pada beberapa generasi siklus pemuliaan. Dalam penelitian ini besarnya perolehan genetik dihitung pada kebun benih semai generasi ketiga Acacia mangium berdasarkan data setelah penjarangan seleksi dalam plot pertama menggunakan metode indek seleksi retrospektif (retrospective selection index). Kebun benih dibangun di Wonogiri, Jawa Tengah dengan rancangan percobaan acak lengkap berblok, 65 famili, 6 replikasi, 4 pohon per plot dan jarak tanam 4 m x 2 m. Penjarangan seleksi dalam plot pertama dilaksanakan secara subyektif berdasarkan kenampakan fenotipik tanaman pada umur 40 bulan setelah tanam. Prediksi perolehan genetik dihitung berdasarkan data pengukuran umur 24 bulan setelah tanam dengan variabel berupa tinggi tanaman, diameter setinggi dada (dbh) dan kelurusan batang. Perolehan genetik dihitung menggunakan indek seleksi multi sifat dimana koefisien bobot masing-masing sifat diturunkan dari nilai diferensial seleksi hasil seleksi dalam plot. Hasil studi menunjukkan bahwa seleksi dalam plot pertama di kebun benih A. mangium lebih diprioritaskan pada sifat dbh tanaman dibandingkan sifat tinggi dan kelurusan batang dengan prediksi perolehan genetik relatif sebesar 6% pada sifat dbh dan 3% baik pada tinggi maupun kelurusan batang. Dengan menggunakan koefisien bobot hasil seleksi dalam plot, perolehan genetik seleksi famili menunjukkan nilai yang lebih rendah, yaitu berkisar 3% untuk dbh dan 2% baik untuk tinggi maupun kelurusan batang. Kata kunci: indeks seleksi retrospektif, seleksi dalam plot, seleksi famili, pemuliaan generasi tingkat lanjut I. PENDAHULUAN Pembangunan kebun benih semai memiliki tiga fungsi meliputi: 1) sebagai populasi untuk memproduksi benih unggul, 2) sebagai populasi pengujian genetik untuk mengetahui parameter genetik, dan 3) sebagai populasi untuk menyediakan materi dasar dalam pemuliaan generasi selanjutnya (Zobel &