Molucca Medica Volume 11, Nomor 2, Oktober 2018 ISSN 1979-6358 (print) ISSN 25970246X (online) http://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/moluccamed 11 Artikel Penelitian EFEKTIVITAS ANTIMALARIA REBUSAN TANAMAN LAMBURUNG MEIT (Clerondrum inerme Linn) PADA PENDERITA MALARIA DI DAERAH PELAYANAN PUSKESMAS KAIRATU BARAT, KABUPATEN SERAM BARAT, MALUKU Maria Nindatu 1 , Farah Noya 2 , Yuniasih Taihuttu 3 1 Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Pattimura 2,3 Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Corresponding author e-mail : marianindatu@yahoo.com Abstrak Pendahuluan. Telah dilakukan penelitian penggunaan tanaman Clerodendrum inerme (Linn) dengan nama lokal lamburung meit yang digunakan Penyehat Tradisional (HATRA) sebagai antimalaria. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak lamburung meit (Clerodendrum inerme) sebagai antimalarial. Metode. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan desain observasi klinik. Sampel penelitian sebanyak 30 orang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan sediaan darah tebal dilakukan sebanyak 6 kali pada hari ke-0, 3, 7, 14, 21 dan 28 untuk mengevaluasi kepadatan plasmodium, pemeriksaan kadar SGOT, SGPT, ureum dan kreatinin sebelum dan sesudah pemberian bahan uji. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air rebusan lamburung meit (Clerodendrum inerme Linn) dapat menurunkan kepadatan parasit malaria pada penderita mulai hari ke-3. Kadar SGOT, SGPT, ureum dan kreatinin tidak berubah sesudah pemberian bahan uji. Kesimpulan. Air rebusan tanaman lamburung meit memiliki aktivitas antimalaria potensial dan tidak menimbulkan efek toksik pada hati dan ginjal, sehingga dapat dikembangkan sebagai tanaman antimalaria yang aman bagi masyarakat. Kata Kunci: antimalaria, Clerodendrum inerme (Linn), observasi klinik Abstract Introduction. New antimalarial effect assay from Lamburung meitt (Cloredendrum inerme) has been done. The research used this plant is commonly known as”lamburung meit” and all parts of the plant is used traditionally as malarial therapy. Aim. To evaluate the toxicity and antimalarial activity of lamburung meit (Clerodendrum inerme) stew water. Methods. A quasy experiment with clinical observation design was conducted and 30 patient using exclusion and inclusion criteria. Examination of blood smear was carried out 6 times, namely on days 0, 3, 7, 14, 21 and 28 to evaluate the density of plasmodium, SGOT, SGPT, ureum and creatinine before and after the used of material test. Result. The result showed that lamburung meit (Clerodendrum inerme Linn) stew water can reduce the density of malaria parasite from day 3. SGOT, SGPT, ureum and creatinine levels do not change after the used of material test. Conclusion. The findings indicated that lamburung meit (Clerodendrum inerme Linn) stew water exhibited potent antimalarial activities and does not cause toxicity effects on the liver and kidneys. Therefore, the compounds could be potentially developed into novel antimalarial drugs. Keywords: antimalarial, Clerodendrum inerme (Linn), clinical observation Pendahuluan Indonesia hingga kini masih termasuk salah satu negara dengan risiko transmisi malaria tinggi. Ada enam provinsi dengan endemis tinggi yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sumatera Utara (Nias dan Nias Selatan), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiap 1.000 penduduk di daerah tersebut terdapat 5 penderita malaria. Oleh karena itu malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih memerlukan perhatian, terutama di daerah luar Jawa-Bali. Beberapa tempat merupakan daerah endemis malaria, diperkirakan 35% penduduk Indonesia tinggal didaerah endemis malaria. Peningkatan