34 Kadera Bahasa, Volume 12, Nomor 1, Edisi April 2020 STRATEGI BERTUTUR MENOLAK OLEH MASYARAKAT BATAK TOBA PADA KEGIATAN MARHATA SINAMOT (TAWAR-MENAWAR MAHAR) THE REFUSAL STRATEGY USED BY BATAK TOBA COMMUNITY IN THE MARHATA SINAMOT ACTIVITY (THE DOWRY BARGAINING) Lastri Wahyuni Manurung Universitas HKBP Nommensen, Medan lastri.manurung@uhn.ac.id Abstract The research was conducted with the aim of finding a refusal strategy used by the spokesperson in the marhata sinamot activity (the dowry bargaining). The step of marhata sinamot in Batak Toba traditional marriage is one of the most important stages because this stage contains the discussion of sinamot (dowry) which is a symbol of the form of how men respect the woman they will marry. Refusal is an action that can threaten the face of the listener/requester/inviter, because it is contrary to his/her expectations, then the spokesman needs a strategy to declare his refusal. This research was a qualitative descriptive study which data was sourced from the marhata sinamot negotiations in Sidamanik. From the discussion on data analysis, it was concluded that the most dominat strategy (especially used speakers A to B) was the strategy of refusal with statements asking for empathy. The speech events factor and the attachment to the principle of owned by the Batak Toba community, are the reasons for the use of this strategy. Keywords: dalihan na tolu, marhata sinamot, refusal strategies Abstrak Penelitian dilakukan dengan tujuan menemukan strategi menolak yang digunakan oleh juru bicara pada kegiatan marhata sinamot (tawar-menawar mahar). Tahap marhata sinamot dalam pernikahan adat Batak Toba menjadi salah satu tahap paling penting karena tahap ini berisi tentang pembahasan sinamot (mahar) yang menjadi simbol bentuk bagaimana laki-laki menghormati perempuan yang akan dinikahinya. Penolakan adalah tindakan yang dapat mengancam muka pendengar/pemohon/orang yang mengundang, karena hal itu bertentangan dengan harapannya, maka juru bicara membutuhkan strategi untuk menyatakan penolakannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang datanya bersumber dari negosiasi marhata sinamot di Sidamanik. Dari pembahasan pada analisis data disimpulkan bahwa strategi yang paling banyak digunakan (terlebih penutur A kepada B) adalah strategi menolak dengan pernyataan meminta empati. Faktor peristiwa tutur dan keterikatan prinsip dalihan na tolu yang dimiliki oleh masyarakat Batak Toba menjadi alasan digunakannya strategi tersebut. Kata-kata kunci: dalihan na tolu, marhata sinamot, strategi menolak.