KOVALEN, 2(2):1-10, September 2016 ISSN: 2477-5398 1 Faradisa Anandita dkk. EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI GLUKOMANAN DARI TEPUNG BIJI SALAK (Salacca edulis Reinw.) [EXTRACTION AND CHARACTERIZATION OF GLUCOMANNAN FROM SALAK (Salacca edulis Reinw.) SEED FLOURS] Faradisa Anindita 1*) , Syaiful Bahri 1) , Jaya Hardi 1) 1) Jurusan Kimia, Fakultas MIPA Universitas Tadulako, Palu Diterima 13 Desember 2015, Disetujui 2 Februari 2016 ABSTRACT This research aims to determine the shaking time and ratio of salak seed flour : anti-solvent isopropyl alcohol to produce glucomannan extract with high yield and high quality. Glucomannan extraction process from salak seed flour is done by aquadest solvent at temperature of 95 °C with shaking speed of 700 rpm for 30, 60, 90, 120, 150, and 180 minutes. Glucomannan precipitate was gained with anti- solvent isopropyl alcohol 95% with salak seed flour : anti-solvent ratio is 1:9, 1:11, 1:13, 1:15, and 1:17 (w/v). Then research using Completely Randomized Design (CRD) at the level of 95%. The results showed the best extraction time was obtained at shaking time of 120 minutes with yield of 21.47% and the best ratio of salak seed flour : isopropyl alcohol is 1: 17 (w/v) with yield of 40.19%. Characteristics of glucomannan is a water content of 11.18%, ash content of 1.2%, and the molecular weight 2.057 x 10 4 g/mol. Keywords : salak seed flour, shaking time, glucomannan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengocokkan dan rasio tepung biji salak : anti-solvent isopropil alkohol terbaik dalam menghasilkan ekstrak glukomanan dengan rendemen dan mutu tinggi. Proses ekstraksi glukomanan dari tepung biji salak dilakukan dengan pelarut aquades pada suhu 95 o C dengan kecepatan pengocokan 700 rpm selama 30, 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Endapan glukomanan diperoleh dengan menggunakan anti-solvent isopropil alkohol 95% dengan perbandingan tepung biji salak : anti-solvent 1:9, 1:11, 1:13, 1:15, dan 1:17 (b/v). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengocokan terbaik diperoleh pada 120 menit dengan rendemen glukomanan 21,47% dan rasio tepung biji salak : anti-solvent isopropil alkohol terbaik yaitu 1 : 17 (b/v) dengan rendemen glukomanan 40,19%. Hasil karakterisasi terhadap glukomanan adalah kadar air 11,18%, kadar abu 1,2%, dan berat molekul 2,057 x 10 4 g/mol. Kata kunci : tepung biji salak, waktu pengocokan, glukomanan. *)Coresponding Author: faradisaanindita@gmail.com