Halaman 65 PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN (HUKUM WAGNER) DI NEGARA SEDANG BERKEMBANG: TINJAUAN SISTEMATIS Akhmad Solikin Politeknik Keuangan Negara STAN akhsol@pknstan.ac.id INFORMASI ARTIKEL Diterima Pertama [23 Mei 2018] Dinyatakan Diterima [28 Desember 2018] KATA KUNCI: Wagner Law, Keynes Hypothesis, Government Budget, Systematc Review, Causality Testng ABSTRAK This artcle aims to investgate results of empirical studies on causal relatonship between government expenditure and economic development. The relatonship can be seen in two competng views. Wagner Law views that economic development afects government expenditure, while Keynes Hypothesis argues that government expenditure is a fscal tool to develop economy. The two views are live academic avenue, as evidenced by numerous scientfc artcles on the topic but with diferent, even contradictng results. This artcle systematcally reviews scientfc researches which discuss Wagner Law in developing countries and use tme series data. The artcles are reviewed based on theoretcal foundaton, empirical methods, causality testng methods, new variables included in additon to GDP and government expenditure, testng results, and signifcance arguments. Systematc reviews of forty artcles which cover seventy two developing countries confrm mixed research results, either support Wagner Law, Keynes Hypothesis, or both, or neither two views. The diferent results were caused by diferent data, testng methods, and other variables included in the models. As for implicaton, the role of government expenditure in public policy should be taken with care, by focusing on specifc government expenditures. Artkel ini bertujuan untuk menginvestgasi hasil penelitan empiris tentang hubungan kausal antara pengeluaran pemerintah dengan perkembangan ekonomi. Hubungan tersebut dapat dikaji lewat dua pandangan. Hukum Wagner memandang bahwa pengeluaran pemerintah merupakan dampak dari perkembangan ekonomi, sedangkan Hipotesis Keynes berpendapat bahwa pengeluaran pemerintah merupakan alat kebijakan fskal untuk meningkatkan perekonomian. Dua pandangan tersebut secara akademis masih diperdebatkan, terbukt dengan banyak artkel ilmiah yang membahasnya dengan simpulan penelitan yang berbeda bahkan bertentangan. Penelitan ini meninjau secara sistemats artkel-artkel yang mengkaji Hukum Wagner dan Hipotesis Keynes pada negara-negara sedang berkembang yang menggunakan data runtun waktu. Artkel ditnjau berdasarkan landasan teori, metode empiris, metode pengujian hubungan kausal, variabel yang ditambahkan selain PDB dan pengeluaran pemerintah, hasil pengujian, serta argumentasi signifkansi. Hasil tnjauan atas empat puluh artkel yang mencakup tujuh puluh dua negara menunjukkan bahwa temuan penelitan beragam, baik yang mendukung Hukum Wagner, Hipotesis Keynes, keduanya, atau tdak mendukung keduanya. Perbedaan hasil tersebut disebabkan karena perbedaan data, metode uji, serta variabel lain yang ditambahkan dalam model. Implikasinya, peran anggaran pemerintah dalam kebijakan publik perlu dilakukan dengan hat-hat, dengan memfokuskan pada jenis pengeluaran tertentu.