JURNAL PERIKANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
© 2019 Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. This article is distributed
under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.
ISSN: 2502-5066 (Online)
ISSN: 0853-6384 (Print)
Terakreditasi Ristekdikti No: 30/E/KPT/2018
Isolasi Bakteri Selulolitik Staphylococcus sp. JC20 dari Saluran Pencernaan Gurita
(Octopus sp.) untuk Kandidat Probiotik Ikan
Isolation of Cellulolytic Bacterium Staphylococcus sp. JC20 from the Intestine of
Octopus (Octopus sp.) for Fish Probiotic Candidate
Indah Istiqomah*, Alim Isnansetyo, Imelda Novita Atitus & Ahmad Fauzi Rahman
Department of Fisheries, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
*Corresponding author: email: indah_ist@ugm.ac.id
Submitted 09 October 2018 Revised 11 November 2018 Accepted 06 December 2019
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi, dan identifkasi bakteri selulolitik dari saluran
pencernaan vertebrata dan avertebrata laut sebagai kandidat probiotik. Bakteri diisolasi dari saluran pencernaan dan
ditumbuhkan pada medium selulosa agar. Skrining bakteri dilakukan berdasarkan aktivitas selulolitik, ketahanan pH
asam, kemampuan antagonisitas terhadap bakteri patogen ikan, ketahanan terhadap antibiotik, kemampuan hidup
pada saluran pencernaan ikan, dan uji non-patogen. Bakteri terpilih diidentifkasi secara molekuler berdasarkan
sekuen gen 16S rDNA dan secara fenotipik. Total sebanyak 14 isolat menunjukkan index selulolitik 1,1-1,8. Isolat
yang memiliki indek selulolitik >1,6 diseleksi lebih lanjut dengan kriteria di atas sehingga mendapatkan 1 strain
terpilih, yaitu isolat JC20 yang berasal dari saluran pencernaan gurita (Octopus sp.). Isolat JC20 bersifat sensitif
terhadap antibiotik, tahan terhadap pH asam, mampu hidup pada saluran pencernaan ikan dan tidak patogen,
sehingga potensial untuk dikarakterisasi lebih lanjut untuk digunakan sebagai probiotik ikan. Identifkasi secara
molekuler dan fenotipik menunjukkan bahwa isolat JC20 adalah Staphylococcus sp.
Kata kunci: Bakteri; selulolitik; probiotik candidate; skrining; identifkasi; Staphylococcus sp.
Abstract Aim of this study was to isolate, characterize, and identify cellulolytic bacteria from the digestive tract
of marine vertebrates and invertebrates as a candidate of fsh probiotics. The bacteria were isolated from the
digestive tract and grown on a cellulose agar plate. The bacteria were screened based on the cellulolytic activity,
acid resistance, antagonist activity against fsh pathogens, antibiotics sensitivity, ability to live in fsh digestive tract
and non-pathogenic test. Selected bacterium was identifed molecularly, based on the 16S rDNA gene sequences,
and phenotipically. A total of 14 bacteria demonstrated celulolitic index of 1.1-1.8. The bacteria with cellulolytic
index of > 1.6 were screened by the selection criteria, resulted a selected strain, JC20 isolate which was isolated
from the digestive tract of octopus (Octopus sp.). The selected bacterium was sensitive to antibiotics, resists to
acidic environment, able to live in the fsh digestive tract, and non-pathogen. Thus, the bacterium was potential
for further characterization as fsh probiotics candidate. Molecular and phenotypic identifcation revealed that
JC20 isolate was Staphylococcus sp.
Keywords: Bacteria; cellulolytic; probiotics candidate; screening; identifcation; Staphylococcus sp.
PENGANTAR
Akuakultur merupakan sektor produksi pangan yang
paling cepat berkembang di dunia. Menurut Kementerian
kelautan dan perikanan Indonesia, kontribusi produksi
perikanan budidaya terus meningkat dan mencapai 16,7
juta ton pada tahun 2017. Hal ini menunjukkan bahwa
dalam 5 tahun ke belakang dan beberapa tahun ke depan,
perikanan budidaya memiliki potensi yang cukup besar
bagi produksi perikanan Indonesia.
Pakan merupakan salah satu faktor penting yang
menentukan pertumbuhan dan kelangsungan hidup
ikan budidaya. Masalah yang sering mengganggu para
pembudidaya ikan adalah harga pakan yang semakin tinggi
sehingga budidaya ikan sering terpaksa menggunakan
pakan dengan harga terjangkau meskipun dengan
kecernaan yang rendah. Pakan yang kurang tercerna
dengan baik berdampak pada pertumbuhan yang
tidak optimum dan banyaknya bahan organik di media
budidaya. Oleh karena itu, efsiensi penggunaan pakan
oleh ikan perlu dioptimalkan.
Salah satu alternatif untuk dapat meningkatkan efsiensi
serapan pakan di saluran pencernaan adalah dengan
penggunaan probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme
hidup yang bila diberikan dalam jumlah yang cukup,
dapat memberi manfaat perbaikan keseimbangan
mikrofora dan meningkatkan kesehatan (Verchuere et
al., 2000; Balcazar et al., 2006; Davis, 2014). Probiotik telah
terbukti mampu serapan nutrisi maupun memperbaiki
kualitas air budidaya ikan, sistem imun, sintasan dan
pertumbuhan ikan. Beberapa probiotik yang telah banyak
digunakan pada budidaya ikan, udang, abalone, bivalvia
dan organisme air lainnya, yaitu Lactobacillus, Bacillus,
Nitrosomonas, Cellulomonas, Nitrobacter, Pseudomonas,
Rhodopseudomonas, Nitrosomonas, Acinetobacter, yeast and
diatom (Gatesoupe, 1999; Verchuere et al., 2000; Balcazar
Vol. 21 (2), 93-98
DOI 10.22146/jfs.39525