Mengapa Gojek, Grab, hingga Maxim perlu memberikan jaminan pendapatan dasar bagi para ojol Anindya Dessi Wulansari Junior Researcher at Institute of Governance and Public Affairs, Universitas Gadjah Mada Arif Novianto Junior Researcher at Institute of Governance and Public Affairs, Universitas Gadjah Mada Yeremias T. Keban Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik di Universitas Gadjah Mada Pandemi COVID-19 menurunkan secara drastis pendapatan para ojek online (ojol) baik roda dua dan roda empat karena pembatasan gerak di kota-kota besar dan berkurangnya mobilitas masyarakat. Sebelum pandemi, survei kami juga menunjukkan adanya trend penurunan pendapat dari para Ojol. Hal itu terjadi karena mulai diakhirinya periode bulan madu (honeymoon) oleh perusahaan platform, yaitu Gojek dan Grab. Dua kondisi di atas, meningkatkan kerentanan dan ketidakpastian kerja bagi para ojol. Karena itu menjadi penting bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan