TATA LOKA VOLUME 22 NOMOR 2, MEI 2020, 175-187 © 2020 BIRO PENERBIT PLANOLOGI UNDIP P ISSN 0852-7458- E ISSN 2356-0266 DOI: https://doi.org/10.14710/tataloka.22.2.175-187 T A T A L O K A Pemanfaatan Dana Desa Berbasis Perkembangan dan Resiliensi Desa di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Village Funds Usage Based on Rural Development and Rural Resilience in Pandeglang District, Banten Province Siti Khoeriyah 1 , Ernan Rustiadi 2 , Akhmad F. Syam 3 Diterima: 27 November 2018/10/2018 Disetujui: 6 September 2019/--/---- Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tipologi desa berdasarkan status perkembangan dan status resilensi desa guna memberikan arahan dalam pemanfaatan dana desa. Status perkembangan desa dibangun dengan 13 indikator dan status resiliensi desa dibangun dengan 10 indikator. Penelitian menggunakan data sekunder dari BPS yaitu PODES Tahun 2014 sejumlah 326 desa di Kabupaten Pandeglang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan status perkembangan terdapat 5 desa berstatus desa maju, 92 desa berstatus desa berkembang, 177 desa berstatus desa tertinggal, dan 52 desa berstatus desa sangat tertinggal. Berdasarkan status resiliensi terdapat 16 desa berstatus desa resiliensi rendah, 239 desa berstatus desa resiliensi sedang, dan 71 desa berstatus desa resiliensi tinggi. Berdasarkan status perkembangan dan resiliensi terdapat 4 desa masuk tipologi B (maju resiliensi sedang), 1 desa masuk tipologi C (maju resilensi rendah), 4 desa masuk tipologi D (berkembang resilensi tinggi), 79 desa masuk tipologi E (berkembang resiliensi sedang), 9 desa masuk tipologi F (berkembang resiliensi rendah), 35 desa masuk tipologi G (tertinggal resiliensi tinggi), 136 desa masuk tipologi H (tertinggal resiliensi sedang), 6 desa masuk tipologi I (tertinggal resiliensi rendah), 32 desa masuk tipologi J (sangat tertinggal resiliensi tinggi), dan 20 desa masuk tipologi K (sangat tertinggal resiliensi sedang). Kata kunci: dana desa, tipologi desa, resiliensi Abstract: This study aimed at map village typologies based on the status of rural development and resilience for prepare the guidance village funds usage. Status of rural development was built with 13 indicators and status resilience was built with 10 indicators. The study used secondary data from BPS, wich was PODES 2014 in 326 villages at Pandeglang district. The results showed that 5 villages were categorized as advanced villages, 93 villages were categorized as developed villages, 177 villages as undeveloped villages, and 52 were categorized as outlying villages. Based on resilience status, there were 16 villages categorized as low resilience villages, 239 villages as middle resilence villages, and 71 villages categorized as high resilience villages. Based on the status of development and resileince, 4 villages were categorized as typology B (advanced and middle resilience villages), 1 village were typology C (advanced and low resiliece villages), 4 1 Program Studi Perencanaan Wilayah, Institut Pertanian Bogor 2 Program Studi Perencanaan Wilayah, Sekolah Pascasarjana, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Institut Pertanian Bogor 3 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Korespondensi:sitikhoeriyah41@gmail.com