31 Oseana, Volume XLII, Nomor 3 Tahun 2017 : 31 - 39 ISSN 0216-1877 1) Kelompok penelitian Pencemaran dan Bioremediasi, Pusat Penelitian Oseanograf-LIPI MIKROBA PENCEMAR DI PERAIRAN TELUK JAKARTA Oleh Nur Fitriah Afanti 1) dan Lies Indah Sutiknowati 1) ABSTRACT MICROBE CONTAMINANT IN JAKARTA BAY WATERS. High anthropogenic activity in Jakarta Bay is believed to contribute a fairly high contamination as evidenced by microbial contaminants such as Coliform and Escherichia coli. The high density of Coliform and E. coli as indicators of domestic contamination in Jakarta Bay as a result of an increase in the resident numbers who bring the fow of water to the springhead of the Jakarta Bay. It can be said that the polluted waters of Jakarta Bay and marine biota should be cultivated in this area as green shell should not consumed, because it can infect and cause gastrointestinal diseases. For that purpose, a research of microbial pollutants was conducted in Jakarta Bay in July 2015, and the results showed a very high density, especially in the West. PENDAHULUAN Teluk Jakarta merupakan teluk yang terletak di bagian utara Pulau Jawa, tempat bermuaranya 13 sungai seperti Sungai Angke, Sunter, Ciliwung, Bekasi, Cikarang, Cisadane dan Citarum (Anonymous, 2016). Teluk Jakarta merupakan kawasan perairan yang berfungsi sangat penting sebagai penopang sistem ekologi biota laut dan merupakan lahan kehidupan ribuan manusia yang menggantungkan hidupnya melalui berbagai aktivitas. Fungsi lain dari Teluk Jakarta pun sangat penting dan beragam yaitu diantaranya sebagai area pemijahan dan asuhan dari ikan pari (Anung & Widodo, 2003). Namun fungsi tersebut saat ini terganggu dengan berkembangnya Kawasan Metropolitan Jakarta. Selama setengah abad terakhir ini Teluk Jakarta menerima tekanan yang besar akibat dari aktivitas manusia sebagai sumber pencemar yang masuk melalui aliran sungai. Sejak tahun 1985 pulau karang seperti Pulau Onrust, Bidadari, Kelor, Nyamuk dan Ubi mulai menurun fungsi ekologisnya dan bahkan hilang, sedangkan Pulau Damar Kecil tidak memperlihatkan adanya pemulihan karang sejak tahun 1995 (Anonymous, 2015). Sumber pencemar tersebut dapat berasal dari berbagai sumber yang dapat dibagi menjadi tiga kategori limbah, yakni limbah domestik, limbah industri dan limbah pasar. Pencemaran berat di wilayah Teluk Jakarta bersumber dari limbah domestik rumah tangga (Kosasih, 2016). Sumber pencemar dari limbah