Jurnal Akuntansi Multiparadigma JAMAL Volume 8 Nomor 1 Halaman 1-227 Malang, April 2017 ISSN 2086-7603 e-ISSN 2089-5879 149 in accounting education. Textbook from Western that contains no values of Indonesia ideology are taught at various universities. Accounting rules, entirely oriented to foreign guidelines without consideration of the value of ideology. Contributions of this article can be used as a discourse and consideration for accounting faculty in internalize the values of Pancasila and for the curriculum formulator based KKNI to insert Pancasila values in various course in Accounting. Kata kunci: pancasila, pendidikan akuntansi, kurikulum QUO VADIS 1 PANCASILA DALAM PENDIDIKAN AKUNTANSI DI INDONESIA? Yuyung Rizka Aneswari 1) Lucy Sri Musmini 2) 1) STIE Kesuma Negara Blitar, Jl. Mastrip No. 59, Kepanjen Kidul, Blitar, Jawa Timur, 66111 2) Universitas Pendidikan Ganesha, Jl. Udayana No.11, Singaraja, Bali Surel: yuyung@stieken.ac.id 1 Quo Vadis artinya kemanakah perginya “Tetapi kecuali Pancasila adalah satu weltanschauung, satu dasar falsafah, Pancasila adalah satu alat mempersatu, yang saya yakin seyakin-yakinnya Bangsa Indonesia dari Sabang sampai ke Merauke hanyalah dapat bersatu padu di atas dasar Pancasila itu.” (Soekarno) Sebagai warga Negara Indonesia kita semua pasti sepakat bahwa Pancasila meru- pakan weltanschauung 2 bangsa ini yang se- harusnya menjadi rel atau penunjuk jalan seluruh praktik dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Semua pasti juga sepakat bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara untuk mengangkat de- rajat generasi dan sebagai peletakan dasar karakter utama akuntan yang beretika dan profesional. Dalam hal ini bahasan utama kita adalah mengenai pendidikan akuntansi. Terinspirasi dalam sebuah pelatihan Kuri- kulum akuntansi manajemen dan manaje- men keuangan berbasis Kerangka Kualif- kasi Nasional Indonesia (KKNI) muncul se- buah fenomena yang menarik menurut kami untuk diangkat dalam sebuah artikel. Salah 2 Weltanschauung artinya adalah pandangan hidup dalam hal ini dapat dimaknai sebagai idiologi (yak- ni Pancasila) http://dx.doi.org/10.18202/jamal.2017.04.7045 Abstrak: Quo Vadis Pancasila dalam Pendidikan Akuntansi? Pene- litian ini bertujuan memberikan wacana untuk membangkitkan nilai Pancasila dalam proses pendidikan akuntansi. Penelitian menggunakan telaah deskripsi kritis. Hasil pembahasan menunjukkan nilai Pancasila mulai ditinggalkan dalam pendidikan akuntansi. Buku ajar dari Barat yang tidak mengandung nilai ideologi Indonesia banyak diajarkan di ber- bagai perguruan tinggi. Aturan akuntansi sepenuhnya berkiblat pada pedoman luar negeri tanpa pertimbangan nilai ideologi. Kontribusi artikel ini dapat dijadikan wacana dan pertimbangan bagi para dosen akuntansi dalam menginternalisasi nilai Pancasila dan menjadi wacana bagi para perumus kurikulum berbasis KKNI untuk memasukkan nilai Pancasila di dalam berbagai mata kuliah Akuntansi. Abstract: Quo Vadis Pancasila in an Accounting Education in Indo- nesia? This study aims to give a discourse to generate values of Pancasila in the process of accounting education. Research using critical description. Discussion of the results showed values of Pancasila becoming obsolete Tanggal Masuk 11 Januari 2017 Tanggal Revisi 06 April 2017 Tanggal Disetujui 30 April 2017