Technologia” Vol 9, No.2, April – Juni 2018 115 Jurnal Ilmiah “Technologia” ALAT PENGUKUR KADAR AIR PADA MEDIA CAMPURAN PEMBUATAN BAGLOG JAMUR TIRAM BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT). 1 Arafat, M.Kom 2 Nur Alamsyah, S.Kom, M.Kom 1 Fakultas Teknologi Informasi , Universitas Islam Kalimantan MAAB aaruniska@gmail.com 2 Fakultas Teknologi Informasi , Universitas Islam Kalimantan MAAB alamuniska@gmail.com ABSTRAK Kandungan kadar air dalam baglog yang sesuai adalah 60% - 65%. Pengukuran kadar air ini sulit dilakukan, biasanya hanyalah berdasarkan perasaan atau pengalaman saja. Indikasinya jika digenggam menggumpal tetapi tidak terlalu basah, itulah kadar air optimalnya. Kadar air dalam baglog ini sangat berpengaruh dalam pertumbuhan jamur tiram nantinya. Jika kadar air kurang, maka pertumbuhan jamur tiram tidak akan bisa optimal. Tetapi jika kadar air berlebih, baglog akan cepat membusuk, dan akan menghambat pertumbuhan miselium. Dengan menggunakan alat pengukur kadar air akan dihasilkan keakuratan tingkat kadar air pada media baglog. Sensor yang digunakan menggunankan soil moisture yang biasa digunakan untuk mengukur kelembaban pada tanah. Alat pengukur kadar air ini juga di lengkapi dengan teknologi Internet Of Thing (IoT), untuk memonitor kadar air pada media campuran baglog dari jarak jauh. Board yang digunakan adalah nodemcu yang akan langsung terhubung dengan jaringan wifi, dimana hasilnya akan di tampilkan di oled lcd dan aplikasi blynk Kata kunci: Blynk, Nodemcu, Soil Moisture, Internet Of Things, Oled LCD ABSTRACK The content of water content in the corresponding baglog is 60% - 65%. Measurement of moisture content is difficult, usually based only on feelings or experiences. The indication if held clot but not too wet, that's the optimum water content. Water content in baglog is very influential in the growth of oyster mushrooms later. If the water content is less, then the growth of oyster mushrooms will not be optimal. But if the water content is excessive, the baglog will quickly decompose, and will inhibit the growth of the mycelium. By using a moisture meter will be produced the accuracy of the level of water content in baglog media. The sensor used to use soil moisture is commonly used to measure moisture in the soil. The moisture meter is also equipped with Internet Of Thing (IoT) technology, to monitor the moisture content of the baglog medium from a distance. The board used is nodemcu which will directly connect to the wifi network, where the results will be displayed in oled lcd and blynk applications Keywords: Blynk, Nodemcu, Soil Moisture, Internet Of Things, Oled LCD 1. PENDAHULUAN Kadar air berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan miselium jamur. Air diperlukan untuk transportasi partikel antar sel sehingga kadar air harus mencukupi. Miselium akan tumbuh optimal pada media dengan kadar air sekitar 65%. Jika terlalu tinggi maka jamur bisa busuk dan akhirnya mati, tetapi jika kadar air terlalu rendah akan menghambat pertumbuhan jamur (Djarijah, 2001). Kandungan kadar air dalam baglog menurut teori adalah 60%-65%. Pengukuran kadar air ini sulit dilakukan, biasanya hanyalah berdasarkan perasaan atau pengalaman saja. Indikasinya jika digenggam menggumpal tetapi tidak terlalu basah. Kadar air dalam baglog ini sangat berpengaruh dalam pertumbuhan jamur tiram nantinya. Jika kadar air kurang, maka pertumbuhan jamur tiram tidak akan bisa optimal. Tetapi jika kadar air berlebih, baglog akan cepat membusuk, bahkan timbul ulat. Bahkan lagi bisa menghambat pertumbuhan miselium, jadi kadar air harus pas dan optimal. Terlebih lagi banyak para pembudidaya jamur tiram pemula yang kesulitan dalam mengukur