Jurnal Iktiologi Indonesia, 18(1): 57-67 Masyarakat Iktiologi Indonesia Profil hormon FSH, LH dan estradiol serta kadar glukosa darah sidat, Anguilla bicolor bicolor (Mc Clelland, 1844) yang dirangsang hormon HCG, MT, E2 dan anti dopamin [Hormone profile of FSH, LH and estradiol with glucose blood level of Indonesian short-finned eel (Anguilla bicolor bicolor Mc Clelland, 1844) stimulated by HCG, MT, E2 and dopamine inhibitory] Abdul Zahri 1 , Agus Oman Sudrajat 2 , Muhammad Zairin Junior 2 1 Program Studi Budidaya Perikanan, Politeknik Perikanan Negeri Tual, Maluku Tenggara 2 Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Diterima: 19 September 2017; Disetujui: 20 Februari 2018 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis profil hormon FSH, LH dan E2 ikan sidat yang dirangsang dengan hormon ekso- genous serta kadar glukosa darah. Enam perlakuan diterapkan dengan kombinasi anti dopamin 10 mg.mL 1 (A), estra- diol (E2) 3 mg.mL 1 + A (EA), metyltestosteron (MT) 3 mg.mL 1 + A (MTA), hormon hCG 2 mg.mL 1 + EA (hEA) dan hCG 2 mg.mL 1 + MTA (hMTA), dengan kontrol (F) fisiologis 0,9% NaCl. Enam kelompok sidat uji (200±15 g) dipelihara pada bak beton berkapasitas 3.400 liter dan di isi dengan air laut bersalinitas 35 mg L 1 sebanyak 2000 liter. Sidat diinjeksi dengan dosis hormon 1 mL.kg 1 secara intramuskular, hewan uji diberi pakan secara at satiation sekali sehari selama 10 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan, yaitu faktor hormon dan kombinasinya. Darah sidat terbukti mengandung FSH, LH, E2, peningkatannya terlihat nyata terjadi mela- lui plasma darah pada perlakuan hMTA dan hEA pada tingkat P<0,05. Konsentrasi glukosa tertinggi pada formula hMTA 67,33 mg.dL 1 dan berbeda nyata pada taraf P<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan hormon ekso- genous perlakuan hMTA meningkatkan konsentrasi FSH, LH, dan E2. Profil FSH dan LH menunjukkan pola permutasi selama proses perkembangan gonad sidat, di mulai dengan meningkatnya FSH di fase awal perkembangan gonad. Profil LH bergerak seiring dengan peningkatan E2 selama proses pematangan gonad sidat (A. bicolor bicolor), dengan kadar glukosa darah pada kisaran normal. Kata penting: glukosa, hormon, pematangan gonad, sidat Abstract This study aims to analyze the hormone profile of FSH, LH and E2 to the eel after exogenous hormone stimulation and blood glucose levels. Six formulated treatment applied with combination of dopamine antagonize 10 mg.mL 1 (A), estradiol (E2) 3 mg.mL 1 + A (EA), metyltestosteron (MT) 3 mg.mL 1 + A (MTA), hCG 2 mg.mL 1 + EA (hEA) and hCG 2 mg.mL 1 + MTA (hMTA), with (F) physiologis 0.9% NaCl to control. Six group eel (200±15g) reared in a concrete tank with a capacity of 3,400 liters and filled with sea water of 35 mg L 1 as much as 2000 liters. Eels injected 1 mL.kg 1 hormone by intramusculary, were feed to apparent satiation daily for 10 weeks. The study used Completely Randomized Design with one treatment factor, namely hormonal factor and its combination. Fish blood that ware directly concentration to FSH, LH and E2, the enhanced significantly high in the blood plasma on treatment hMTA and hEA P<0.05. Glucose concentration in the blood palsma is high enough in a row on a formula hMTA 67.33 mg.dL 1 and significantly different to P<0.05. The result indicates that induction of exogenous hormone (hMTA) improve FSH, LH and E2. FSH and LH profiles show permutation patterns during the development of eel gonad, beginning with the increase of FSH in the early phases of gonadal development. LH profile moves in line with the increase in E2 during gonadal maturation process eels (A. bicolor bicolor), with blood glucose levels in the normal range. Keywords: glucose, hormone, gonad maturation, Indonesian short-finned eel. Pendahuluan Ikan sidat (Anguilla bicolor bicolor) ber- sifat katadromus, yaitu ikan yang melakukan ruaya pemijahan dari lingkungan air tawar ke lingkungan air laut dan umumnya terjadi pada malam hari. Sidat merupakan hewan yang aktif pada malam hari dan ruaya pemijahan umumnya dilakukan pada malam hari dan beristirahat pada siang harinya (Aerestrup et al. 2010). Telur me- netas di laut dan larva sidat berenang kembali menuju perairan tawar untuk tumbuh menjadi sidat dewasa. Fahmi et al. (2013) dan Inoue et al. _____________________________ Penulis korespondensi Alamat surel: zalwie_25@yahoo.co.id