Energy Management in Building- Universitas Internasional Semen Indonesia 1 Analisis Penggunaan Energi, Kenyamanan Pencahayaan, dan Beban Pendingin di Rumah Lt 2 Kelas B022 Muhammad Faisal 1, Departemen Manajemen Rekayasa, Fakultas Teknologi Industri dan Agroindustri Universitas Internasional Semen Indonesia, Kompleks PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Jl. Veteran, Gresik, Indonesia muhammad.faisal18@student.uisi.ac.id 1 AbstrakBangunan menyumbang hampir 40% konsumsi energi di dunia. Di Indonesia, pertumbuhan penggunaan energi berdasarkan data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yaitu sekitar 6,5% hingga 7% per tahunnya. Rumah lantai 2 yang masuk kedalam kelas B022 sebagai tempat hunian didaerah pesisir surabaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan energi serta peluang penghematan berdasarkan faktor cooling load. Kenyamanan pencahayaan dan beban pendingin. Dari hasil perhitungan IKE didapatkan nilai sebesar 1,88 kWh/m 2 /bulan. Skenario yang dilakukan untuk melakukan penghematan energi yaitu dengan mengganti pencahayaan dengan daya yang lebih kecil 9 watt menjadi 7 watt, meniadakan ac sebagai pendigin ruangan, mengganti perangkat elektronik ke daya yang lebih kecil 55 250 Watt menjadi 45 230 Watt. Skenario tersebut dapat menghasilkan penghematan sampai 289,1 kWh/bulan.. Kata kunciCooling load, Penggunaan Energi, Penghematan Energi, Kenyamanan Pencahayaan. I. PENDAHULUAN Berdasarkan perhitungan konsumsi energi dunia, bangunan membutuhkan konsumsi energi sekitar 40% dari total energi yang sisanya dibagi untuk sektor industri dan transportasi. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi energi yang ada di Indonesia berdasarkan data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia saat ini yaitu sebesar 6,5% hingga 7% per tahunnya. Langkah yang diambil oleh Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut berkontribusi untuk melakukan efisiensi terhadap penggunaan energi pada bangunan yaitu dengan menerapkan konsep green building, dimana mulai dari proses perencanaan, konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan menggunakan sumber daya yang seminimal mungkin, memanfaatkan lahan dengan bijak, mengurangi dampak lingkungan, serta menciptakan kualitas udara didalam ruangan yang sehat dan nyaman [1]. Bangunan rumah tangga menjadi salah satu penyumbang dengan konsumsi energi sebesar 23% dari total seluruh sector [2]. Hal ini dikarenakan rumah tangga menggunakan beberapa peralatan elektronik secara bersamaan dan terus-menerus. Penerapan bangunan hemat energi pada bangunan penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan pemanasan global yang terjadi di dunia. Selain itu, penggunaan peralatan yang ada pada bangunan juga harus dibatasi dengan desain-desain bangunan yang dapat mengoptimalkan kenyamanan bagi penghuni. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sanurya (2014) penghematan konsumsi energi listrik pada rumah tangga didapatkan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) sebesar 448,4 kWh/m 2 /bulan. Skenario yang dilakukan untuk menghasilkan bangunan hemat energi yaitu dengan redesain tata ruangan dan interior pendukung. Hasil penerapan skenario tersebut menghasilkan penghematan sebesar 65,4% dengan nilai IKE sebesar 168,9 kWh/m 2 /bulan [3]. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui cooling load serta penggunaan energi yang ada pada Rumah Lt 2 Kelas B022 mengunakan Cooling load Temperature Difference (CLTD) dan kenyamanan pencahayaan. Dengan mengetahui penggunaan energi pada bangunan dapat dilakukan analisis peluang penghematan untuk mendapatkan penggunaan energi yang paling efisien. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Audit Energi Bangunan Audit energi merupakan suatu kegiatan mengidentifikasi jumlah energi yang digunakan pada sebuah bangunan dan kemungkinan dilakukannya penghematan energi [4]. Tujuan audit energi yaitu untuk mengetahui besarnya konsumsi energi, mengidentifikasi peluang-peluang penghematan energi dan menghasilkan rekomendasi langkah-langkah penghematan dan dapat mengurangi biaya operasional. B. Intensitas Konsumsi Energi (IKE) Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau, Intensitas Konsumsi Energi (IKE) merupakan besar energi yang digunakan suatu bangunan gedung perluas area yang dikondisikan dalam satuan bulan atau tahun [5]. Tabel 1 Standar IKE Bangunan Gedung di Indonesia Tipe Bangunan Intensitas Konsumsi Energi (kWh/m 2 /tahun) Perkantoran 250 Hotel, Apartemen 350 Sekolah 235 Rumah Sakit 400