Flywheel: Jurnal Teknik Mesin Untirta Vol. V No. 2, Oktober 2019, hal. 68 - 73 68 Terakreditasi S4, SK No: 21/E/KPT/2018 Kajian Karakteristik Temperatur Permukaan Panel terhadap Performansi Instalasi Panel Surya Tipe Mono dan Polikristal Asrori Asrori 1* , Eko Yudiyanto 2 1,2 Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No 09 Malang *Email: asrori@polinema.ac.id INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Naskah Diterima 12/08/2019 Naskah Direvisi 08/10/2019 Naskah Disetujui 28/10/2019 Naskah Online 31/10/2019 Indonesia mempunyai potensi rata-rata energi radiasi matahari global mencapai 4,5 hingga 5,5 kWh/m 2 /hari. Sehingga pemanfaat energi matahari dengan teknologi panel surya menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi krisis energi. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh radiasi matahari dan temperatur panel terhadap performansi tipe panel surya mono dan polikristal kapasitas 100 Wp. Pengujian dilakukan selama dua hari di atas gedung Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang (7,944 o LS ; 112,613 o BT). Pengukuran data radiasi matahari, temperatur lingkungan, temperatur panel, tegangan dan arus keluaran panel dilakukan untuk mengetahui daya keluaran, efisiensi daya konversi panel dan Performance Ratio (PR) dari kedua panel tersebut. Hasilnya diketahui bahwa kenaikan temperatur permukaan panel surya berdampak pada penurunan daya keluaran panel. Untuk rata-rata radiasi matahari diatas 1000 W/m 2 dengan rata-rata temperatur lingkungan 33 o C, maka untuk permukaan panel surya monokristal temperaturnya sekitar 30,6 o C terjadi kehilangan daya sebesar 2,3 %. Sedangkan pada panel polikristal, ketika temperatur permukaannya 47,5 o C terjadi kehilangan daya sekitar 10,12 %. Efisiensi konversi daya dari tipe monokristal adalah 11,90 %, dan tipe polikristal adalah 9,18 %. Sedangkan PR monokristal dan polikristal masing-masing adalah 0,63 dan 0,61. Sehingga untuk instalasi panel surya dalam penelitian ini performansi tipe monokristal lebih bagus daripada polikristal. Kata kunci : Temperatur permukaan panel, Monokristal, Polikristal, Efisiensi konversi panel, Performance Ratio 1. PENDAHULUAN Indonesia memiliki banyak potensi energi baru dan terbarukan (EBT), salah satunya adalah energi surya (matahari) yang bersih dan ramah lingkungan. Indonesia yang berada dilintasan daerah katulistiwa diperkirakan mempunyai intensitas radiasi matahari diseluruh wilayah Indonesia rata-rata 4,8 kWh/m 2 /hari. Dengan demikian karena besarnya sumber energi matahari yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia tersebut, maka sangat berpotensi untuk dikembangkan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) ataupun dimanfaatkan dengan melalui metode pemasangan panel surya atap (solar rooftop) untuk kapasitas rumah tangga di Indonesia. Pemasangan panel surya kapasitas 1 kWp di Indonesia dapat menghasilkan energi harian antara 3,4 kWh hingga 4,2 kWh. Modul/panel surya merupakan media pengkonversi energi foton matahari menjadi energi listrik, dimana penggunaannya selalu terpapar cuaca langsung. Kondisi lingkungan akan selalu berubah, seperti intensitas radiasi matahari yang fluktuatif, iklim, kecepatan angin dan cuaca. Faktor kondisi lingkungan tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap perubahan temperatur permukaan panel, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi daya yang dibangkitkan oleh sel surya tersebut. Rizali dkk (2015) melakukan pengujian sel surya secara lab dan lingkungan nyata. Hasil yang didapat FLYWHEEL: JURNAL TEKNIK MESIN UNTIRTA Journal homepage: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jwl