SALAH KAPRAH PEMAKNAAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA DAN UPAYA PERBAIKANNYA Syahru Ramadan a , Sonny Affandi b , Yeti Mulyati c a Universitas Pendidikan Indonesia b Universitas Pendidikan Indonesia c Universitas Pendidikan Indonesia syahru.ramadan.unm@upi.edu Abstrak Salah Kaprah Pemaknaan Kata dalam Bahasa Indonesia dan Upaya Perbaikannya (Studi Kasus Pengguna Bahasa Indonesia). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan persepsi pengguna bahasa Indonesia dalam memaknai kata-kata yang sering disalahkaprahkan dan (2) mendeskripsikan upaya memperbaikinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti dan angket. Metode penyajian datanya adalah metode simak dengan teknik simak bebas cakap dan catat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) persepsi pengguna bahasa Indonesia terhadap pemaknaan 12 kata yang sering disalahkaprahkan yaitu di antara 12 kata tersebut, hanya 2 kata yang dimaknai sesuai dengan KBBI oleh sebagian besar responden dan 10 kata lainnya dimaknai keliru. Kata-kata yang dimaknai sesuai dengan KBBI adalah absen dan kosong, sedangkan yang dimaknai keliru adalah acuh, bergeming, absensi, nuansa, gahar, seronok, empek-empek, carut-marut, notulen, dan rempong. Adapun beberapa penyebab pemaknaan tersebut adalah sering mendengar dari orang lain (masyarakat), melihat pada media, menjadi kebiasaan sehari-hari, dan melihat makna pada kamus. (2) Upaya memperbaiki pemaknaan itu dengan melalui upaya revitalisasi bahasa Indonesia. Kata-kata Kunci: Salah Kaprah, Pemaknaan Kata, Pengguna Bahasa Indonesia. Abstract Misguided in Meaning of Words of Indonesian Language and its Improvement Efforts (Case Study on Indonesian User Community). This study aims to (1) describe the perceptions of Indonesian users in interpreting the words that are often misunderstood and (2) to describe the effort to improve them. This research is a qualitative descriptive study. The instruments used are researchers and questionnaires. The method used to presenting data is a observation method with uninvolved conversation observation technique and writing technique. The result of data analysis shows that (1) Indonesian language user perception on 12 word meanings which is often misused is between 12 words, only 2 words are interpreted according to KBBI by most respondents and 10 other words are interpreted wrongly. Words that are interpreted in accordance with KBBI are absen and kosong, while the interpreted erroneously are acuh, bergeming, absensi, nuansa, gahar, seronok, empek-empek, carut-marut, notulen, and rempong. As for some of the causes of meaning are often heard from others (the public), looking at the media, into daily habits, and see the meaning in dictionary. (2) Efforts to improve that by revitalize the Indonesian language. Keywords: Misguided, Words meaning, Indonesian User Community.