Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 2(1) 98-107 Eka kumalasari Issn cetak 2621-3184 Issn online 2621-4032 Artikel diterima : 2 April 2019 Diterima untuk diterbitkan : 28 Mei 2019 98 Diterbitkan : 28 Mei 2019 PERBANDINGAN PELARUT ETANOL-AIR DALAM PROSES EKSTRAKSI DAUN BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia Linn) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Eka Kumalasari * , Siska Musiam Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin ekakumalasari260989@gmail.com ABSTRAK Sistem imunitas dapat rusak oleh adanya radikal bebas. Pembentukan radikal bebas harus dihalangi dengan antioksidan. Manusia pada dasarnya tidak memiliki cadangan antioksidan di dalam tubuhnya, sehingga apabila terjadi paparan radikal berlebih maka tubuh memerlukan asupan antioksidan dari luar. Saat ini digalakkan pengembangan antioksidan yang berasal dari tumbuhan, yang relatif lebih mudah didapat dan aman dikonsumsi manusia. Tumbuhan yang potensial sebagai antioksidan Salah satunya ialah daun bawang dayak. Daun bawang dayak merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang digunakan oleh suku Dayak sebagai obat. Untuk mendapatkan kandungan zat aktif yang tinggi didalam daun bawang dayak, maka perlu dilakukan optimasi jenis pelarut maserasi. Adapun jenis pelarut yang digunakan ialah air dan etanol. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan DPPH sebagai senyawa radikal bebas. Panjang gelombang maksimal DPPH pada penelitian ini berada pada 519 nm. Nilai IC50 terbesar terdapat pada ekstrak daun bawang dayak dengan pelarut air yaitu 58,62 ppm, dengan pelarut etanol-air sebesar 33,71 ppm, dan yang terkecil dengan pelarut etanol 26,98 ppm. Kata Kunci : antioksidan, daun bawang dayak, DPPH ABSTRACT The immune system can be damaged by the presence of free radicals. The formation of free radicals must be prevented by antioxidants. Humanes basically do not have antioxidant reserves in their her body, so that when there is exposure to excessive the radicals then the needs body antioxidant intake from the outside. At present it is encouraged the development of antioxidants derived from plants, which are relatively easier to obtain and safe for humans consumption. Potential to antioxidant plants one of them is dayak onion leaves. Dayak onion leaves are a typical plant Borneo Central used by the Dayak tribe as medicine. To get a high active ingredient in dayak onion leaves, it is necessary to optimize the type of maceration solvent. The types of solvents used are water and ethanol. Testing of antioxidant using activities DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl) as a free radical compound. The maximum wavelength of DPPH in this study is at 519 nm. The highest IC50 value was found on dayak onion leaf extract with water solvent which was 58.62 ppm, with ethanol-water solvent of 33.71 ppm, and the smallest with ethanol solvent of 26.98 ppm. Keywords: antioxydan, Eleutherine palmifolia of leave, DPPH PENDAHULUAN Radikal bebas yang berlebih dapat menyerang apa saja seperti lipid, protein dan berimplikasi pada timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Oleh karena itu pembentukan radikal bebas harus