| Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Volume 1 Nomor 2 Agustus 2018 39 KOMPETENSI PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF M. NATSIR (Studi Analitis Pemikiran Pendidikan M. Natsir dalam “Fiqhud Dakwah”) Ali Maulida STAI Al Hidayah Bogor Alimaulida77@gmail.com Abstract The real preacing is educating human being to change into positif direction. As a teacher and an educator for the nation, M. Natsir has understood well his nation character and the character of preaching that is very complext. He is concern to the effort of giving training for teachers. He reads, thinks and reflects the Qur’an and Hadits and the path way of the Prophets Muhammad’s struggle and his close friends as the first generation this umah in spreading an Islamic teaching, then the result of his reflection is written in his various master piece such as: Fiqhud Da’wah. This research is a library research, in which the researcher has conducted research, analysis, reading Fiqhud Da’wah book and relevant literatur in accordance with the topic of reseach. Related to the concept of teacher’s competences who has a role as educator. From this research, it can be drawn a conclusion that the perspective of M. Natsir related to the teacher’s competences is very comprehensive, for example: teacher has to pay an attention to his qualification such as: 1) guiding the soul (al-I’dad al-Fikry); 2)preparation in the knowleadge and science; and 3) caring about “akhlaq’. The Islamic studies teacher has not only Islamic studies knowledge, broaden paradigm, and understading the characters of his/ her society. They are not only demanded to be a teacher educated and guided with the sincere heart, but they is also a role model who direct his/her “ummah” by applying an honour “akhlak” to themselves Keywords: preacing, teacher’s competences, preacing characteristic Abstrak Hakikat dakwah adalah mendidik manusia agar mengalami perubahan ke arah yang lebih positif. Sebagai seorang pendidik dan berperan sekaligus sebagai pendidik bangsa, M. Natsir paham sangat memahami karakter bangsanya dan sifat dakwah yang sangat kompleks. Ia concern dan peduli terhadap upaya memberikan perbekalan bagi para pendidik. Beliau banyak melakukan telaah dan tadabbur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw serta perjalanan perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya sebagai generasi pertama umat ini dalam menyebarkan risalah Islam, yang selanjutnya hasil tadabbur itu dituangkannya dalam berbagai karya beliau di antaranya Fiqhud Da’wah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), di mana peneliti melakukan penelusuran, analisa, dan penelaahan terhadap buku Fiqhud Da’wah dan literatur yang relevan dengan tema penelitian, terkait konsep kompetensi pendidik yang sekaligus berperan sebagai seorang pendidik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perspektif M. Natsir terkait kompetensi pendidik sangat komprehensif, di antaranya seorang pendidik harus memperhatikan perbekalan yang harus dimilikinya yaitu: 1) Pembinaan Mental (al-I’dad al-Fikry); 2) Persiapan Ilmiyyah; dan 3) Kepedulian pada aspek akhlak. Seorang guru agama tidak cukup hanya memiliki bekal ilmu agama, berwawasan luas, dan mengetahui sifat dan karakter masyarakatnya. Ia bukan hanya dituntut untuk menjadi guru yang mendidik dan membimbing dengan penuh ketulusan, tetapi juga menjadi contoh teladan yang mengarahkan umat dengan aplikasi akhlak mulia pada dirinya. Kata kunci: dakwah, kompetensi pendidik, karakteristik dakwah.