J. MANUSIA DAN LINGKUNGAN, Vol. 23, No.1, Maret 2016: 12-19 ANALISIS PERGERAKAN POLUTAN TRIKLOROETILEN DALAM MEDIA BERPORI MENGGUNAKAN SENTRIFUG GEOTEKNIK (Analysis of Trichloroethylene Pollutant Migration in Porous Media Using Geotechnical Centrifuge) Muchlis 1* dan Muhammad Mukhlisin 2 1 Program studi Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jl. Kalisahak no. 28 Komplek Balapan, Yogyakarta 55222. 2 Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Semarang, Jl. Prof Sudarto SH., Tembalang, Semarang 50275. * Penulis korespondensi. Tel: 0857-4360-9606. Email: muchlis_idham@yahoo.com. Diterima: 2 April 2015 Disetujui: 16 November 2015 Abstrak Trikloroetilen (TCE) adalah pelarut organik yang sering digunakan dalam proses industri. TCE adalah salah satu contoh dari Non Aqueous Phase Liquid (NAPL) yang sudah banyak mencemari tanah dan air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat pergerakan TCE dalam berbagai jenis tanah yang berbeda, mengkaji sifat-sifat pergerakan TCE dalam tanah dengan menggunakan kecepatan 1 dan 25 Gravitasi, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan TCE dalam tanah. Sifat pergerakan TCE dalam tanah riolit dan granit adalah TCE akan masuk langsung secara vertikal dan horizontal dalam tanah hingga ke dasar tanah. Pergerakan TCE akan terhambat pada tanah yang banyak mengandung partikel berukuran kecil. Pergerakan TCE secara vertikal pada gaya 1G dan 25G dalam tanah granit adalah paling cepat berbanding dalam tanah riolit. Pergerakan TCE dalam tanah kering dipengaruhi oleh sifat tanah terutama ukuran butir dan Kapasitas Pertukaran Kation (KPK). Kata kunci: pergerakan polutan, sentifug geoteknik, tanah granit, tanah riolit, trikloroetilen. . Abstract Tricholoroethylene (TCE) is an organic solvent used in many industrial processes. TCE is one of Non-Aqueous Phase Liquid (NAPL) which has already contaminated soil and groundwater. The objectives of this study are to determine the migration of TCE in rhyolite and granite soil, to determine the migration of TCE in soil using 1 and 25 Gravity (G) force, and to determine the migration of TCE influencing factors in the soil. The characteristics of TCE migration in rhyolite and granite soil will migrate vertically and laterally to the bottom of the ground. The migration will be retarded in small particle size of soil. The fastest migration of TCE at 1G and 25G was found in the granite soil. The migration of TCE in dry soil is affected by properties of soil particularly particle size and cation exchange capacity. Keywords: pollutant migration, geotechnical centrifuge, granite, rhyolite, trichloroethylene. PENDAHULUAN Pencemaran tanah dan air tanah yang disebabkan oleh Non Aqueous Phase Liquid (NAPL) sudah menjadi perhatian masyarakat. Sleep dkk. (2003) melaporkan bahwa NAPL jenis trikloroetilen (TCE) sudah digunakan secara luas sebagai pelarut sejak tahun 1940-an dan menjadi pencemar pada tanah dan air tanah. TCE merupakan senyawa berbahaya karena bersifat persisten dan bertoksik tinggi (Ma dkk., 2007). Peneliti dari Parkinson Institut menemukan bahwa manusia yang terpapar dengan TCE berkemungkinan terkena penyakit parkinson hampir enam kali lipat berbanding yang tidak (Anonim, 2010). Banyak metode yang dapat digunakan untuk memulihkan tanah dan air tanah yang tercemar NAPL (Anonim, 2001), akan tetapi mengidentifikasi proses pergerakan polutan adalah salah satu langkah pertama dalam usaha menilai dan memulihkan pencemaran tanah (Wilson dan Clarke, 2004). Oleh karena itu sifat pergerakan NAPL perlu dikaji agar pemulihan berjalan dengan efektif dan efisien (Barth dkk., 2003). Penelitian tentang pergerakan NAPL sudah banyak dilakukan sejak lama (Hu dkk., 2006). Pada dasarnya, pergerakan NAPL dalam tanah bisa diperkirakan dengan menggunakan permodelan matematik yaitu dengan metoda analitikal atau numerikal. Permodelan matematik didasarkan kepada data yang diperoleh dari uji lapangan atau uji kolom di laboratorium. Kedua uji ini mempunyai keterbatasan yaitu untuk mendapatkan hasil memerlukan waktu yang lama (Kumar, 2006). Oleh karena itu dibutuhkan alat sehingga untuk