Foreign Case Study 2018 Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta Universal Studios Sebagai Surga Wahana Modern di Singapura Fitri Normasari 151877 Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta Abstract : Makalah ini merupakan hasil laporan Foreign Case Study untuk syarat publikasi ilmiah di Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta dengan judul Universal Studios Sebagai Surga Wahana Modern di Singapura. 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Foreign Case Study merupakan kegiatan akademik khusus untuk program S1 yang dikemas di luar kelas sambil melakukan suatu observasi di lapangan dengan berorientasi luar negeri. Kegiatan ini dilakukan dilaksanakan minimal di semester 4 atau waktu magang di luar negeri. Mahawiswa dapat memilih berbagai negara tujuan FCS. Penulis melakukan program FCS yang diadakan oleh kampus dengan tempat tujuan destinasi wisata 3 negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan FCS ini dilaksanakan seminggu yaitu pada tanggal 5 Mei 2017 – 11 Mei 2017 [1]. Singapura adalah sebuah negara maju yang terletak di Asia Tenggara. Negara pulau yang hanya memiliki luas wilayah 697 km² ini memegang peranan penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Negara yang sebelumnya merupakan koloni Inggris ini pernah bergabung ke Federasi Malaysia pada tahun 1963 setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Namun dua tahun kemudian yaitu tahun 1965, Singapura berpisah dengan Federasi Malaysia dan resmi menjadi negara yang berdaulat. Tanggal 9 Agustus 1965 yaitu tanggal berpisahnya Singapura dengan Federasi Malaysia diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Singapura. Sebagai negara maju, Singapura memiliki pendapatan perkapita yang sangat tinggi yaitu sebesar USD. 87.100,- dengan Pendapatan Domestik Bruto nominal (PDB Nominal) sebesar USD. 487,9 miliar. Pendapatan Perkapita tersebut menjadikan Singapura sebagai salah satu negara terkaya di dunia. Tulang punggung perekonomian Singapura adalah pengolahan barang impor dan ekspor terutama pada industri manufakturing seperti elektronik, pengolahan minyak bumi, bahan kimia, perkapalan, pengolahan karet dan pengolah makanan. Selain industri manufakturing, Industri-industri lain yang penting bagi perekonomian Singapura adalah perbaikan kapal, jasa keuangan dan perbankan, pariwisata serta perdagangan entrepot (pelabuhan perlintasan kapal). Pelabuhan Kargo Singapura yang melayani perdagangan entrepot ini merupakan salah satu pelabuhan kargo tersibuk di dunia. Pertumbuhan ekonomi Singapura pada tahun 2016 adalah sekitar 2%. Potensi pariwisata di Singapura juga sangat baik, karena Singapura merupakan negara yg sangat maju, sehingga teknologi disana sangat maju. Dengan kemajuan teknologi tersebut dapat membuat pariwisata 1