Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) 5 2017 ISSN : 2339-028X 486 UJI EKSPERIMEN STABILISASI TANAH DASAR DENGAN SEMEN PADA RUAS JALAN MALAWILI DISTRIK AIMAS KABUPATEN SORONG Rokhman Rokhman 1 , Hendrik Pristianto 2* , Anisari Lingara 3 1,2 Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong 3 Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong Jln. Pendidikan No 27 Kota Sorong, Papua Barat *tekniksipilsorong@gmail.com Abstrak Kerusakan pada konstruksi perkerasan jalan disebabkan oleh banyak faktor. Selain beban-beban kendaraan, kondisi tanah dasar yang kurang baik juga mempunyai pengaruh terhadap kerusakan yang terjadi. Beberapa ruas jalan di Kabupaten Sorong mengalami kerusakan dan hal ini perlu dicari alternatif solusinya. Salah satunya adalah di ruas jalan yang berada pada wilayah Distrik Aimas Kabupaten Sorong Propinsi Papua Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan teknis tanah dasar di ruas jalan Distrik Aimas Kabupaten Sorong sebelum dan sesudah distabilisasi dengan semen serta pengaruhnya terhadap nilai CBR. Alternatif stabilisasi tanah dasar dengan semen merupakan salah satu solusi dalam upaya peningkatan kualitas tanah dasar untuk konstruksi perkerasan pada ruas jalan di Kabupaten Sorong. Pengujian stabilisasi tanah ini menggunakan semen sebagai bahan stabilisasi. Presentase semen yang digunakan adalah 7%. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CBR, dan kepadatan standar naik dengan naiknya presentasi semen didalam tanah. Pada kadar semen tersebut terlihat adanya penurunan potensi pengembangan dan peningkatan nilai CBR yang cukup signifikan. Pada pengujian tekan bebas terlihat bahwa semakin tinggi kadar semen, nilai parameter kuat geser tanah semakin naik. Dimana nilai CBR tanah asli sebesar 1,62% terjadi peningkatan nilai CBR pada pencampuran optimum 7% semen dengan waktu pemeraman 3 hari dengan nilai CBR 3,76%. Kata Kunci : Stabilisasi, Subgrade, Semen 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Kegagalan pada konstruksi jalan banyak faktor yang mempengaruhi, ketidakcermatan dan ketelitian terhadap syarat batas yang diijinkan dari berbagai macam material lapisan perkerasan jalan akan mempercepat terjadinyakerusakan jalan. Kegagalan subgrade (subgrade failure) sering banyak dijumpai pada pembangunan maupun rehabilitasi jalan, stabilisasi tanah pada subgrade adalah untuk memperbaiki bahan-bahan lokal jalan yang tersedia dengan memberikan bahan tambahan yang sesuai, semen pada umumnya akan dapat mengurangi bahkan akan menghilangkan masalah-masalah yang ada. Untuk pondasi jalan yang menggunakan stabilisasi tanah-semen di Indonesia sudah banyak dilakukan. Atas dasar itu, guna memperoleh pendekatan penanganan pada kegagalan subgrade (subgrade failure) yang terjadi khususnya pada ruas jalan Malawili Kabupaten Aimas, dengan menggunakan stabilisasi tanah-semen sampai sejauh mana pengaruhnya terhadap kembang susut dan daya dukungnya. Sub grade atau tanah dasar merupakan fondasi yang menopang beban perkerasan yang berasal dari kendaraan yang melewati suatu jalan, oleh karena itu perencanaan suatu perkerasan jalan sangat di tentukan oleh kondisi tanah dasar (sub grade ). Permasalahan yang sering timbul adalah sub grade memiliki daya dukung tanah (California Bearing Ratio = CBR) rendah dan kembang susut yang tinggi sehingga terjadi keruntuhan lokal tanah pada musim hujan. Permasalahan ini sering dijumpai pada saat pembangunan perkerasan jalan di atas tanah lempung lunak. Departemen Pekerjaan Umum mensyaratkan bahwa nilai California Bearing Ratio (CBR) pada kondisi terendam air dari suatu sub grade minimal 5 % dan nilai Indeks plastisitas tanah harus kurang dari 15%. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui sifat fisik dan teknis tanah dasar pada ruas jalan di wilayah Malawili Distrik Aimas Kabupaten Sorong sebelum dan sesudah di stabilisasi dengan semen.