! "# $! 1 PREDIKSI KEBIJAKA UTAG, PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, UKURA, DA STATUS PERUSAHAA TERHADAP KEMUGKIA PEETUA PERIGKAT OBLIGASI: STUDI EMPIRIK PADA PERUSAHAA YAG MEERBITKA OBLIGASI DI BURSA EFEK IDOESIA Bram Hadianto Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha Bandung Email: tan_han_sin@hotmail.com , HP. 0817425350 M. Sienly Veronica Wijaya Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha Bandung Email: lee_pingping@yahoo.com , HP. 08122106762 Abstract. The aim of this research is to know the prediction of debt policy, profitability, liquidity, size, and firm’s status on bond rating, and to find the accuracy rate for classifying companies that have investment grade of bond rating and non investment grade of bond rating based on these given factors. We employ logistic regression model as data analysis method. Our sample is taken from Indonesian Bonds Market Directory (IBMD) in the year of 2008 which collected by purposive sampling method. There are 105 listed bond’s issuers until 2008. In our observation, there are 3 issuers that have no bond rating so that we use only 102 issuers as the sample. The results show that profitability is the only explanatory variable which has significant impact on bond rating with positive sign and the accuracy rate of debt policy, profitability, liquidity, size, and firm’s status to classify bond issuer category are as high as 85.3%. Keywords: bond rating, profitability, logistic regression model, classification matrix. I. PEDAHULUA Salah satu fungsi keuangan utama yang dilakukan oleh manajer keuangan adalah membuat keputusan yang berkaitan dengan aktivitas pencarian dana (financing decision) (Sartono, 2001). Dalam memilih sumber dana yang digunakan, manajer akan berusaha mencari sumber dana yang mempunyai biaya paling murah pada tingkat risiko tertentu (Hanafi, 2004:4). Bagi perusahaan, pasar modal merupakan alternatif pendanaan eksternal dengan biaya yang lebih rendah dari pada sistem perbankan karena dapat menghilangkan biaya intermediasi (Husnan, 2009:7). Biaya intermediasi tidak lain merupakan spread/selisih antara tingkat bunga pinjaman yang dibebankan pada pihak debitur dengan tingkat bunga yang dibayarkan pada penabung (Hanafi, 2004:68). Jika perusahaan meminjam dana pada bank, maka selisih inilah yang harus sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan (Husnan, 2009:7). Dengan kata lain, jika pendanaan dilakukan melalui pasar modal maka perusahaan tidak perlu menanggung spread tersebut. Pasar modal juga merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi (Hartono, 2008:25). Bagi